Angka Stunting di Kabupaten Bogor Turun jadi 4,78 Persen

Pertemuan publikasi status gizi balita Kabupaten Bogor di M-One Hotel & Convention, Sukaraja, Kamis (1/12). (Radar Bogor/ Septi Nulawam)

SUKARAJA-RADAR BOGOR, Angka kasus stunting di Kabupaten Bogor terus mengalami penurunan. Dari hasil pengukuran status gizi tahun 2022 ini, angka stunting tersisa 4,78 persen.

Angka kasus stunting sebelumnya mencapai 9,78 persen. Dinas Kesehatan (Dinkes) terus bersinergi dalam aksi konvergensi demi mendorong terwujudnya Kabupaten Bogor Bebas Stunting (Gobest) atau zero stunting.

Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina mengatakan, Kabupaten Bogor menjadi salah satu dari 160 kabupaten/kota sebagai lokus intervensi stunting sejak 2019.

Baca Juga: Konsumsi Ikan Bantu Cegah Stunting, Kota Bogor Dapat Bantuan Satu Ton Ikan

“Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 bidang kesehatan disebutkan bahwa salah satu sasarannya adalah meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat ditandai dengan menurunnya prevalensi stunting balita hingga 12,83 persen di tahun 2023,” ujar Mike dalam pertemuan publikasi status gizi balita di M-One Hotel and Convention, Sukaraja, Kamis (1/12).

Untuk itu, Pemkab Bogor terus berupaya mewujudkan Karsa Bogor Sehat sebagai salah satu misi Bupati Bogor. Salah satu upayanya dengan Gerakan Bogor Bebas Stunting (Gobest) di tahun 2023.

Mike menuturkan, hasil pengukuran status gizi di Kabupaten Bogor pada tahun 2022 menunjukkan adanya penurunan kasus dan persentase Balita dengan berat kurang, perawakan pendek, dan Balita dengan gizi kurang.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bogor, Intan Widayati menuturkan, publikasi status gizi balita ini salah satu dari delapan aksi konvergensi penanganan stunting. Aksi ketujuh yang menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan.

“Pengukuran itu dilakukan oleh puskesmas di posyandu bersama para kader, pada bulan penimbangan balita Agustus lalu. Dari sana kami mendapatkan data jumlah balita stunting,” jelasnya.

Menurutnya, ada dua intervensi untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Bogor yakni intervensi spesifik seperti imunisasi, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita dan pemantauan pertumbuhan.

Ada pula intervensi sensitif seperti penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, peningkatan pendidikan, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kesetaraan gender.

Baca Juga: Audit Kasus Stunting Percepat Penurunan Stunting

“Harapannya, di tahun berikutnya tidak ada angka stunting baru. Apalagi dalam menyambut era Indonesia Emas tahun 2045,” harap Intan.(*)

Reporter: Septi Nulawam
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya