Resto dan Kafe Arseven Habis Tak Bersisa, Begini Penjelasan Pengelola

Pengelola Arseven Coffee Corner, Jejen Zaenudin. (Radar Bogor/ Reka Faturachman)

CIANJUR-RADAR BOGOR, Gempa bumi yang mengguncang Cianjur juga mengakibatkan bencana longsor di Jalan Raya Cianjur-Cipanas. Alhasil, seluruh bangunan maupun rest area di kawasan itu rata dengan tanah.

Longsoran tanah menyapu bangunan, kendaraan, dan pepohonan hingga habis tak bersisa. Kafe-kafe yang berdiri megah di lokasi ini pun hilang terbawa dan tertimbun tanah.

Baca Juga: Sahur Terakhir dengan Bubur, Kankan Mendapati Istrinya Terkubur Longsor

Salah satunya, Kafe Arseven Coffee Corner. Tempat yang tersohor dengan pemandangan alamnya dan kerap jadi tempat nongkrong anak muda juga turut jadi korban.

Pengelola Arseven Coffee Corner, Jejen Zaenudin menuturkan, saat terjadi longsor, terdapat 6 orang di dalam kafe. Itu meliputi 2 orang barista, 2 orang pekerja bangunan, dan 2 pengunjung.

Seluruh korban hilang tertimbun longsoran tanah. Hingga Senin (28/11), korban yang ditemukan baru satu orang, yaitu Ahmad kamaludin (26).

Sedangkan, 5 orang lainnya masih hilang, yakni Muhammad Irfan Rifai (29) karyawan, Papat (50) dan Uloh (50) pekerja bangunan, Putri Ellen (22) dan Hanif Pratama (23) pengunjung.

“Sebetulnya yang kerja ada 6 orang. Tapi 1 orang sedang libur, 1 lagi sedang ke pasar,” imbuh Jejen.

Saat kejadian, dirinya sedang beradadi rumah dan berencana mendatangi kafe untuk membawa bahan keperluan di sana. Usai gempa, Jejen dikabari oleh pemilik Restoran Shinta bahwa Kafe Arseven ikut tersapu longsor.

“Saat sampai ternyata sudah tertutup dan tidak ada sisa sama sekali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kafe tersebut masih dimiliki oleh pemilik yang sama dengan Restoran Sate Shinta yang berada di sebelah kafe. Jejen hanya bertindak sebagai pengelola dan membuat branding sendiri.

Jejen setiap hari datang ke lokasi untuk mengecek kabar terbaru para korban. Ia berharap para korban termasuk karyawannya segera dapat ditemukan.

“Mudah-mudahan cepat ketemu. Saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk para keluarga,” ucap Jejen.

Baca Juga: Heboh! Aksi ODGJ di Lokasi Longsor Cianjur, Teriak ‘Aku Calon Presiden’

Kafe ini memiliki kapasitas sebanyak 80 orang dan dibangun sejak 2019 silam. Tempat ini banyak dipilih sebagai tempat peristirahatan para pelancong Cianjur dan Puncak dan banyak dikunjungi saat akhir pekan.

“Sering khawatir terjadi longsor, apalagi saat hujan lebat. Tapi ternyata longsor justru terjadi saat cuaca cerah. Memang musibah tidak ada yang tahu waktunya,” kata Jejen. (*)

Reporter: Reka Faturachman
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya