radar bogor

Sekolah di Cianjur Lumpuh, Pembelajaran Dimulai Akhir Desember

Anak-anak sedang mencari hiburan di bawah tenda pengungsian. Karena bencana gempa, sekolah terpaksa diliburkan sementara. (Radar Bogor/ Hendi Novian)

CIANJUR-RADAR BOGOR, Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) di Kabupaten Cianjur lumpuh. Lantaran sebanyak 97 bangunan sekolah berkomposisi 1.536 ruangan terdampak.

Di tingkat SMP, sebanyak 59 bangunan serta 815 ruangan terdampak. Untuk SD 166 sekolah serta 519 ruangan. Sedangkan TK-PAUD 143 sekolah serta 202 ruangan. Sementara itu PKM dan LPK ada 29 lembaga.

Baca Juga: Update Gempa Cianjur: Korban Tewas 321 Orang, Pengungsi Hamil 1.207 Orang

Selain bangunan yang terdampak, terdapat 42 siswa di Kabupaten Cianjur dan guru 10 orang meninggal dunia. Secara keseluruhan, jumlah peserta didik terdampak 701 siswa yang tersebar di 16 kecamatan.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Akib Ibrahim mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran awal tentang kebijakan Disdikpora Cianjur untuk menunda pembelajaran bagi sekolah terdampak.

“Untuk dua minggu pertama kita bagi dalam dua posisi lembaga. Pertama, lembaga yang tidak terdampak gempa melakukan pembelajaran normal,” ujarnya kepada Radar Cianjur (Radar Bogor Group).

Lanjut Akib, bagi daerah yang terdampak gempa ada tahapan yakni rekondisi atau mengembalikan kondisi bangunan atau SDM sehingga tidak ada pembelajaran hingga tanggal 9 Desember 2022.

Minggu ketiga, penataan pembelajaran dari tangal 9-17 Desember 2022 dengan kegiatan trauma healing diselenggarakan di sekolah yang mendapatkan tenda darurat pembelajaran sebanyak 15 sekolah.

“Pada minggu keempat, insyaallah sudah mulai pembelajaran. Mudah-mudahan sudah efektif. Hanya saja, dibagi tiga kategori yakni secara daring jika tidak memungkinkan, kedua kombinasi daring serta luring, dan yang ketiga luring di tempat pembelajaran darurat seperti di tenda atau di ruangan-ruangan pembelajaran terbatas,” ungkapnya.

Bahkan, jika siswa atau murid masih mengalami trauma dengan berada di dalam bangunan, pembelajaran bisa dilakukan di tempat pengungsian atau tempat darurat lainnya dengan pembelajaran khusus yakni trauma healing.

“Ada pembelajaran di pengungsian juga atau pembelajaran khusus, seperti trauma healing,” singkatnya.

Baca Juga: Nestapa Gempa Cianjur, Pernikahannya Batal karena Perempuan Terkasih Meninggal

Sementara, kondisi sekolah yang ditinggal atau tidak didapatinya penjaga, akan tetap dilakukan penjagaan oleh aparat keamanan. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan seperti kepolisian.

“Sudah kita koordinasikan dengan aparat keamanan seperti kepolisian mengenai sekolah yang kosong atau tidak ada yang jaga,” tutupnya. (radarcianjur/kim)

Editor: Imam Rahmanto