Jembatan Otista Bakal Ditutup 9 Bulan, Pemilik Kios : Bagaimana Nasib Kami!

Jalan Jembatan Otista
Kendaraan melintas di Jembatan Otista, Baranangsiang, Kota Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membangun dan membongkar ulang Jembatan Otista, yang berimbas penutupan total jalan di kawasan tersebut, menuai penolakan dari pengusaha yang berjualan di seputar Sistem Satu Arah (SSA) KRB.

Baca Juga : Jembatan Otista Dibongkar, SSA Ditiadakan. Lalin Kembali Dua Arah! 

Para pengusaha menilai rencana penutupan total Jalan Otista itu akan berdampak terhadap usaha yang mereka geluti.

Seperti yang dikatakan Alan (49), pemilik usaha isi ulang oksigen yang ada di seputar SSA Kota Bogor, tepatnya di Jalan Otista, RT 03/01, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Alan menyebut hingga saat ini dirinya belum pernah dilibatkan dalam rencana pembangunan Jembatan Otista yang akan dilakukan Pemkot Bogor pada awal 2023 mendatang.

“Dulu ada undangan, cuma untuk pembebasan, itupun bagi warga yang (lahannya) dibebaskan, untuk keterlibatan masyarakat dan pengusaha di sini (terkait pembangunan Jembatan Otista) tidak ada,” kata Alan.

Alan pun mengaku kecewa dengan sikap yang dilakukan Pemkot Bogor. Sebab, ia bersama para pengusaha yang ada di sekitar Jembatan Otista, baru mengetahui rencana pembangunan ini dan akan dilakukannya penutupan jalan total melalui pesan berantai di grup WhatsApp.

“Itu taunya dari grup WA, ada yang ngirim video Wali Kota Bima Arya. Sementara kita baru banget tahu, belum pernah dilibatkan,” ucapnya.

“Tidak dilibatkan sama sekali, diajak ngobrol atau diundang seperti ini pak dampaknya, kayanya akan begini-gini, ini malah langsung mengumumkan akan lelang proyek, langsung gitu aja,” sambung dia.

Atas itu, Alan mengaku bersama pengusaha lain yang ada di sekitar SSA Kota Bogor akan mengirim surat ke DPRD Kota Bogor, meminta agar dicarikan solusi terkait keberlangsungan hidup mereka.

“Suratnya rencananya akan kita tunjukan ke dewan, agar bisa difasilitasi bertemu dengan wali kota dan wakilnya, untuk meminta penjelasannya bagaimana nasib kami ini,” ungkapnya.

Alan menegaskan kembali kekhawatirannya terkait dengan adanya rencana pembangunan Jembatan Otista secara otomatis akan berdampak para kegiatan ekonomi yang berada di sekitarnya.

Disinggung kapan surat akan dikirimkan ke DPRD Kota Bogor, Alan mengaku akan merundingkan terlebih dahulu dengan para pengusaha yang berjumlah sekitar 15 pemilik toko di sekitar Jembatan Otista.

“Rencananya Senin, tapi kita lihat nanti, semoga pada bisa. (Tapi yang pasti) kita sudah sepakat dan sudah membahas, rencananya kita mau berbarengan kesananya dan nanti juga kita akan bawa bukti-bukti bahwa kita memang usaha di sini,” ujarnya.

Menanggapi itu, Sekretaris Komisi 3 DPRD Kota Bogor, Pepen Firdaus mengaku belum mengetahui persoalan ini. Namun, dirinya meyakini akan menindaklanjuti persoalan ini apabila surat aduan dari warga sudah diterima DPRD. “Nanti kita tindaklanjuti setelah suratnya masuk ke DPRD ya,” singkat Pepen.

Baca Juga : Ditutup 9 Bulan, Jembatan Otista Bakal Punya Empat Lajur. Ada Jalur Trem!

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana bakal menutup Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang terletak di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada tahun depan.

Penutupan Jalan Otista yang diperkirakan memakan waktu selama 9 bulan itu sendiri dilakukan menyusul Pemkot Bogor berencana membangun dan melebarkan Jembatan Otista. (ded)

Reporter : Dede Supriadi
Editor : Yosep

Berita Lainnya