Hujan Turun, Pengungsi di Mekarsari Tak Bisa Tidur

Gempa bumi meluluhlantakkan sejumlah kampung di Kabupaten Cianjur dan memaksa mereka tinggal di pengungsian. (Radar Bogor/ Hendi Novian)

CIANJUR-RADAR BOGOR, Kondisi posko pengungsian Kampung Babakan Gasol RT02/RW08, Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur masih butuh perhatian. Kondisinya sangat sederhana.

Baca Juga: Nestapa Gempa Cianjur, Pernikahannya Batal karena Perempuan Terkasih Meninggal

Tempat berteduh yang terbuat dari terpal biru itu pun tak cukup membuat warga pengungsi terhindar dari hujan. Hujan yang terus-menerus terjadi dalam 4 hari terakhir menyiksa kondisi mereka.

Kondisi itu diperparah dengan beceknya tanah saat turun hujan. Lokasi tenda didirikan berdekatan dengan area pesawahan.

Salah satu pengungsi, Enang (37) mengatakan, beberapa warga tidak tidur nyenyak jika malam hari. Bahkan, setiap hari tenda yang menampung 30 orang itu tak luput dari tetesan air hujan meski telah ditambal berkali-kali.

“Kondisinya seperti ini, kalau hujan tetap saja airnya netes karena tendanya yah gak kuat bolong terus,” katanya, Minggu (27/11).

Selain itu, cuaca hujan juga menambah masalah baru bagi para penghuni. Beberapa warga terdampak gempa itu terserang beberapa jenis penyakit.

“Disini kan ada 10 anak, diantaranya dua balita itu sering mengalami batuk-batuk dan flu. Selain itu ada juga dua lansia sering merasakan demam batuk juga,” ujarnya.

Perihal sanitasi di poskonya enang mengaku belum layak karena hanya mengandalkan terpal dan aliran airnya dari sumur sekitar.

Baca Juga: Update Gempa Cianjur: Korban Tewas 321 Orang, Pengungsi Hamil 1.207 Orang

“Itupun ada kendala, karena ngambil dlu air untuk menuhi bak penampungan, jadi kita butuh semacam selang air untuk mengaliri,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kebutuhan makan, para pengungsi hanya mengandalkan dari para relawan.(radarcianjur/byu)

Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya