Warga Salat Jumat di Antara Puing-puing Bangunan dan Masjid

Gempa salat
Masyarakat Kampung Cibulakan, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang tetap melaksanakan Salat Jumat secara berjemaah. (Radar Cianjur/ Hakim)

CIANJUR-RADAR BOGOR, Gempa bumi yang menimpa Kabupaten Cianjur membuat 144 tempat ibadah mengalami kerusakan. Meski begitu, masyarakat tetap beribadah Salat Jumat di antara puing-puing bangunannya.

Baca Juga: Update Gempa Cianjur: Korban Meninggal Bertambah jadi 310 Orang

Di beberapa tempat pengungsian, Salat Jumat berlangsung di lapangan terbuka. Selain masih dihantui gempa susulan, beberapa bangunan masjid pun rusak. Salah satunya masjid di Kampung Cibulakan, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang.

Jemaah terpaksa Salat Jumat beralaskan terpal di Lapangan SDN Cibulakan. Mereka menggelar ibadah bersama relawan di lokasi pengungsian.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, KH Abdul Rouf mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan agar tidak memaksakan ibadah di dalam ruangan jika kondisinya berbahaya.

Imbauan tersebut sudah disampaikan ke semua MUI kecamatan dan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan yang ada di tubuh MUI Kabupaten Cianjur. Selain itu, turut melakukan doa agar dapat melewati ujian ini.

“Jika tidak bisa melakukan di dalam masjid itu tidak apa-apa, karena kondisi darurat. Jadi masih bisa solat jumat di tempat terbuka,” ujarnya.

Bahkan, pihaknya pun meminta kepada semua melalui MUI kecamatan agar menyampaikan pesan melaksanakan Salat Gaib setelah Salat Jumat. Itu ditujukan kepada masyarakat yang meninggal dunia pada bencana yang menerjang Kota Tatar Santri, Cianjur.

Baca Juga: Muncul Retakan Pascagempa, Jalur Pendakian Gede Pangrango Ditutup Sementara

“Sudah diberikan edaran agar melakukan doa dan setelah melaksanakan solat jumat untuk melaksanakan solat gaib sebagai mendoakan masyarakat yang meninggal dunia dalam bencana gempa bumi,” tuturnya. (radarcianjur/kim)

Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya