Buang Air di WC Masjid, Ibu Hamil Delapan Bulan Ini Selamat dari Gempa Cianjur

Ibu Hamil
Pos ronda tempat pengungsian sementara Ani (39), ibu hamil delapan bulan yang selamat dari gempa Cianjur. Ia bersama suaminya selamat dari gempa yang mengguncang Cianjur pada Senin (21/11/2022) lalu. GIFFAR/METROPOLITAN

CIANJUR-RADAR BOGOR, Sungguh beruntung nasib Ani, (39). Seorang ibu hamil yang sedang mengandung buah hatinya itu, selamat dari gempa bumi Cianjur, Senin (21/11/2022) lalu.

Baca Juga : GAN dan Tiptop Swalayan Bantu Penyembuhan Trauma Anak Korban Gempa Cianjur

Ani yang tengah hamil delapan bulan itu, bisa bernapas lega setelah selamat dari gempa. Saat gempa terjadi, Ani sedang di luar rumah untuk buang air di WC Masjid Jami Al Mu’minin tepat di depan rumahnya.

Lima menit sebelum guncangan hebat terjadi, rasa ingin buang air semakin kuat. Lalu ia memutuskan untuk keluar rumah. Dengan perlahan, Ani keluar menuju WC masjid.

Itulah yang membuat nyawa ibu hamil tersebut dan anak ketiga yang sedang dalam kandungan selamat dari maut. Namun rumahnya roboh, tak tersisa. Ia bersyukur kala itu tak ada di dalam rumah.

“Alhamdulillah waktu itu saya ke luar rumah. Gak lama saya sampai di dalam kamar mandi langsung terjadi gempa,” kata Ani, kepada Metropolitan, Sabtu (26/11/2022).

Saat di dalam kamar mandi, Ani tak tahu guncangan itu dari mana asalnya. Ia terkoyak-koyak, sampai jatuh dan membuatnya tak sadarkan diri.

Ani yang kala itu menggunakan pakaian daster merahnya, tersadar dirinya tergeletak lemas di dalam WC masjid. Tubuhnya basah tersiram air di dalam ember yang tumpah ruah akibat gempa.

“Suami saya yang buat saya sadar. Dia ngetok pintu kenceng banget setelah gempanya udah berhenti,” tutur Ani.

Setelah keluar dari dalam WC, Ani dibawa ke sebuah pos tempat para warga bisa meronda setiap malamnya. Tak tahu harus berbuat apa.

Baca Juga : Nestapa Korban Gempa Cianjur, Rumah Hancur Hingga Tidur di Atas Sawah

Pinggangnya mengalami sedikit memar akibat benturan yang ia alami saat terjatuh di dalam WC masjid ketika gempa terjadi. “Alhamdulillah di dede sehat. Sudah diperiksa juga oleh Bidan,” ungkap ibu hamil itu sambil mengelus perut besarnya.

Saat ini, Ani mengungsi di sebuah pos ronda tempat ia pertama kali di evakuasi oleh suaminya. Bersama dengan 10 Kepala Keluarga (KK) dengan 34 jiwa yang tinggal dengan tenda darurat percis di depan pos ronda tempat Ani berlindung. (Giffar/Metropolitan)

Editor : Yosep

Berita Lainnya