Lolos Tiga Kategori Lomba, Mulyaharja Siap Jadi Juara

Mulyaharja
Bima Arya menerima Tim Re-Checking lomba gagah bencana, PHBS dan LBS Tingkat Provinsi Jawa Barat sebelum ke Kelurahan Mulyaharja, di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Rabu (23/11/2022).

BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerima Tim Re-Checking lomba gagah bencana, PHBS dan LBS Tingkat Provinsi Jawa Barat sebelum ke Kelurahan Mulyaharja, di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Rabu (23/11/2022).

Baca Juga : Percepatan Penerbitan KTR, Ini 5 Kunci Penegakan Perda KTR di Kota Bogor

Tim Re-Checking diterima langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yane Ardian. Pada lomba gagah bencana, PHBS dan LBS 2022 ini Kelurahan Mulyaharja berhasil lolos di semua kategori.

“Mulyaharja itu bagai ‘surga’ yang tersisa, karena sudah tidak banyak lagi yang seperti itu di Kota Bogor. Tapi tadi kita lihat betapa wilayah yang indah, pemukiman yang nyaman, hancur porak poranda karena bencana,” ujar Bima Arya.

Untuk itu, ikhtiar Kota Bogor untuk menghadapi bencana memang tidak mudah karena multidimensi dan multi stakeholder. Memahami bencana saja bukan hal mudah, karena berbagai macam perspektif. Bencana itu bisa terdiri dari bencana sosial, bencana kesehatan dan bencana alam dan lainnya.

“Mulyaharja di Kecamatan Bogor Selatan ini merupakan wilayah yang sangat indah, dan kalau digarap maksimal bisa seperti Ubud Bali, indah sekali. Sebaliknya jika warga di sana tidak dilakukan atensi akan menghadapi berbagai bencana,” tuturnya.

Ia menerangkan, yang pertama bencana sosial. Warga Mulyaharja turun temurun hidup bercocok tanam. Namun perlahan-lahan lahan dikuasai perusahaan atau individu. Sehingga mereka tidak lagi mempunyai lahan dan bekerja menjadi buruh dan banyak yang menjadi pengangguran saat Pandemi Covid-19. Beberapa titik di Bogor Selatan berdasarkan data menjadi titik termiskin di Kota Bogor.

“Upaya yang kami lakukan di masa Pandemi Covid-19, bagaimana kawasan yang memiliki banyak potensi ini kami garap maksimal untuk mengurangi bencana sosial. Ini wilayah yang awalnya hamparan sawah biasa saja. Lalu kami melakukan perencanaan dan berdiskusi sama warga. Pemkot pun berkolaborasi dengan warga dan pihak swasta melakukan penataan kampung tematik dan urban farming,” katanya.

Ia menjelaskan, target dari pengembangan wilayah ini untuk mengantisipasi bencana sosial dan bencana ekonomi. Di masa Covid-19 pihaknya beradaptasi bagaimana agar tempat wisata tetep dipromosikan sembari menerapkan prokes yang ketat.

Terbukti di masa Pandemi Covid-19 banyak orang yang mencari wisata alam yang lebih menyehatkan dan Pemkot Bogor mendapat reward sebagai kota yang banyak berkreasi selama pandemi.

“Data menunjukkan, banyak warga yang pengangguran sekarang kehidupannya jauh lebih baik sejak menata kawasan di sana. Bukan saja urban farming tapi juga destinasi wisata. Mulyaharja juga berhasil menang sebagai desa wisata terbaik di Indonesia dari tiket.com,” terangnya.

Baca Juga : I-SIM for Cities, Bima Arya Paparkan Keberhasilan Program Botak

Namun kata dia, tentunya tidak cukup hanya berikhtiar mengantisipasi bencana sosial dan ekonomi saja, bencana alam turut menjadi tanggung jawab bersama. Bogor Selatan ini daerah yang rawan longsor, wilayah perbukitan yang banyak dialiri sungai. PR juga bagaimana warga diberikan edukasi, pemahaman dan dikuatkan.

“Di sini saya mengapresiasi Tim Penggerak PKK yang melakukan edukasi dan ikhtiar agar keluarga di sana memiliki ketahanan terhadap bencana alam. Dan segala bencana sosial, ekonomi dan alam Insya Allah bisa dihadapi untuk menghindari dampak yang besar dengan menguatkan ketahanan keluarga,” katanya. (*/adv)

Editor : Yosep

Berita Lainnya