Gempa Susulan Hantui Pengungsi, Warga Panik Hingga Merangkak

Warga tertimpa reruntuhan usai Cianjur diguncang gempa susulan, Kamis (24/11). (Radar Bogor/ Sofyansyah)

CIANJUR-RADAR BOGOR, Dua hari pasca gempa bumi besar melanda, warga di Cianjur terus dihantui gempa susulan. Rasa trauma dan syok masih kental terasa bagi para pengungsi.

Baca Juga: Gempa Cianjur, Empat Bocah Santri Tewas Tertimpa Bangunan Majelis

Gempa susulan masih kerap terjadi. Memori runtuhnya rumah yang menghujam badan seketika muncul kembali dan menimbulkan kepanikan.

Itu yang dirasakan Enung Saadah (40), warga RW 07 Desa Limbangan Sari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Pengalaman kelamnya terkubur reruntuhan bangunan rumah menimbulkan trauma yang terus melekat.

“Saat itu saya lagi duduk tiba-tiba rumah bergoyang sangat keras. Belum sempat keluar atap sudah ambruk. Kusen-kusen rumah menimpa kepala saya, sakit sekali. Setelah itu saya tertimpa reruntuhan lain dengan posisi telungkup,” tuturnya kepada Radar Bogor, Kamis (24/11).

Akibat kejadian itu, Enung mengalami luka berat pada bagian kepalanya dan untuk sementara waktu harus ditutupi dengan perban.

Di tengah kondisinya yang belum kembali prima, Enung dipaksa siap dengan kejadian apapun. Bahkan saat gempa susulan melanda.

Dengan kaki tertatih-tatih, ia berusaha lari menjauhi pengungsian karena khawatir kejadian yang sama terulang kembali.

“Semua panik saat gempa susulan, karena masih syok dengan kejadian hari pertama. Bahkan saya pernah sambil merangkak karena susah untuk berjalan,” keluh Enung.

Baca Juga: 19 Warga Gempa Cianjur Mengungsi ke Leuwisadeng

Ia mengakui, hal serupa juga dirasakan pengungsi lainnya. Karena banyak dari mereka yang juga mengalami luka berat pasca guncangan di hari pertama.

“Di pengungsian ini ada yang kepalanya luka juga seperti saya, selain itu ada yang patah kaki juga. Semua kesulitan juga dan ketakutan,” terangnya. (*)

Reporter: Reka Faturachman
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya