Gempa di Kota Bogor, BMKG: Bagian dari Sesar Aktif

BOGOR-RADAR BOGOR, Gempa berkekuatan magnitudo 3,1 terjadi di Kota Bogor, Rabu (23/11). Gempa yang semat mengguncang itu diperkirakan menjadi bagian dari sesar di Jawa Barat.

Operasional Stasiun Geofisika menyampaikan, melalui pesan singkatnya, gempa di Kota Bogor merupakan gempa bumi dangkal diakibatkan aktifnya sesar darat di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Baca Juga: Gempa M3,1 Guncang Kota Bogor, BPBD: Tidak Ada Dampak

Namun, BMKG belum bisa memastikan fenomena ini dapat membawa potensi bahaya atau tidak bagi Kota Bogor.

“Karena sampai saat ini bencana alam gempa bumi belum dapat diprediksi,” imbuhnya saat dikonfirmasi Radar Bogor, Rabu (23/11).

Sementara itu, menurut analisisnya, gempa susulan Cianjur masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono sempat menjelaskan, berdasarkan peta seismisitas tahun 2009-2021, tampak bahwa di lokasi epicenter merupakan area seismik aktif.

Pusat gempa yang sempat melanda Kota Bogor di barat daya terlihat sebagai gempa kerak dangkal. Beberapa titik juga menyebar di sekitarnya, dari peta seismisitas sepanjang 2009-2021 itu.

“Sumber gempa kerak dangkal memang tidak sepopuler sumber gempa megathrust yang sering disebut-sebut para ahli dan masyarakat kita. Namun, gempa kerak dangkal yang berpusat di darat ini terbukti lebih sering terjadi dan banyak menelan korban jiwa,” jelasnya.

Ia menyebutkan, untuk Gempa Sukabumi-Cianjur Mag.5,6 merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif pada zona sistem Sesar Cimandiri.

Baca Juga: Gempa Bumi Cianjur Bersumber dari Sesar Cimandiri dan Lembang

Sesar Cimandiri terdiri atas segmen Cimandiri (selatan), segmen Nyalindung-Cibeber (tengah), dan segmen Rajamandala (utara).(*)

Reporter: Reka Faturachman
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya