Update Gempa Cianjur: Korban Meninggal 271 Orang, Hilang 40 Orang

angkut korban
Tim dari TNI mengangkut korban bencana alam gempa bumi di Kampung Ciwaru, Desa Gasol, Cugenang, Kabupaten Cianjur. (Radar Bogor/ Sofyansyah)

BOGOR-RADAR BOGOR, Pencarian korban gempa bumi terus dilakukan di Kabupaten Cianjur. Kini, korban meninggal bertambah menjadi 271 orang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, jumlah itu telah teridentifikasi. Namun, masih ada 40 orang yang dilaporkan menghilang dan proses pencarian.

Baca Juga: Gempa Cianjur, Empat Bocah Santri Tewas Tertimpa Bangunan Majelis

“Pencarian dan evakuasi gabungan dari tim SAR, BNPB, BPBD, TNI/POLRI dan relawan lebih dari 1.000 personel. Hasilnya menemukan empat orang, tiga meninggal dunia di Cugenang dan satu selamat. Masih ada korban hilang 40 orang,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat temu pers di Kantor Bupati Cianjur, Rabu (23/11).

Data itu disebutkannya dari Puskesmas dan Rumah Sakit di Cianjur. Namun, pihaknya masih akan menelusuri apakah para korban hilang termasuk yang sudah dimakamkan oleh keluarganya.

Suharyanto menegaskan, tim gabungan terus melakukan pencarian meski terkendala hujan. Meski hujan, timya disebar ke sejumlah titik.

Pendataan sementara, korban luka tercatat 2.043 orang dan mengungsi 61.908 orang. Sedangkan, kerugian materil sebanyak 56.320 rumah yang mengalami kerusakan, yang meliputi rusak berat 22.241 rumah, rusak sedang 11.641 rumah, dan rusak ringan 22.090 unit rumah.

Fasilitas umum lainnya juga turut terdampak, antara lain 31 unit sekolah, 124 tempat ibadah, tiga fasilitas kesehatan, dan tiga belas gedung perkantoran.

“Rumah ini didata mulai RT, RW, kepala desa, Babinsa, Babinkamtibmas sampai kepala OPD, kepala OPD telah diperintahkan oleh Bupati untuk ikut melakukan pendataan, di samping itu adanya bantuan dari perguruan tinggi, tim PUPR juga telah turun melakukan pendataan,” tutur Suharyanto.

Baca Juga: Gempa M3,1 Guncang Kota Bogor, BPBD: Tidak Ada Dampak

Suharyanto juga memastikan, pendistribusian akan menggandeng perangkat desa setempat untuk memastikan kebutuhan terpenuhi. Itu agar bantuan benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang saat ini membutuhkannya.

“Pendistribusian logistik, setiap pagi jam 8 para Camat mengajukan kebutuhan dan akan disiapkan armada untuk melakukan pengiriman ke kantor Camat jam 9 setiap pagi, nanti kepala desa, babinsa dan babinkatibmas mendistribusilan ke titik-titik pengungsian,” tekannya.(*/mam)

Berita Lainnya