Tuan Rumah Bimtek Asdepamsi, Tirta Pakuan Genjot Cakupan 100 Persen

Asosiasi PDAM
Bimtek Asdepamsi di Hotel Royal Kota Bogor yang melibatkan seluruh PDAM se-Indonesia, Selasa (15/11) kemarin.

BOGOR-RADAR BOGOR, Perumda Tirta Pakuan semakin gencar untuk mewujudkan target cakupan pelayanan air bersih hingga 100 persen. Hal itu juga sudah diamini oleh PDAM se-Indonesia.

Asosiasi Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum se-Indonesia (Asdepamsi) mengadakan Bimbingan teknis (Bimtek) di Hotel Royal, Kota Bogor, Selasa (15/11) malam. Pertemuan itu diikuti para direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) se-Indonesia.

Baca Juga: Sebulan, Tirta Pakuan Bisa Tangani Seribu Laporan Kebocoran

Sebagai tuan rumah, Kota Bogor memiliki Perumda Tirta Pakuan yang menjadi ujung tombak pelayanan air bersih bagi masyarakat. Tampak Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Rino Indira hador di antara pimpinan lainnya.

Sebut saja, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Ketua Dewan Pengawas Perumda Tirta Pakuan, Syarifah Sofiah, dan Ketua Asdepamsi Dody Rosadi.

Ketua Panitia Pelaksanaan Bimtek Hanafi melaporkan bimtek yang diselenggarakan selama dua hari. Isinya mengenai penyusunan rencana kerja bisnis, peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan sebagainya.

“Kegiatan ini merupakan program kerja Asdepamsi tahun 2022. Tujuannya untuk mensinergikan bimtek dan raker antara direksi dan dewan pengawas untuk memajukan memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat secara merata dan adil,” terang Dewan Pengawas Perumda Tirta Pakuan ini.

Sesuai rencana kerja, dalam Raker Asdepamsi beberapa waktu lalu Dewan Pengawas dan Direksi PDAM se-Indonesia sepakat untuk mendukung program pemerintah cakupan pelayanan 100 persen. Sinergitas sangat diperlukan karena menjadi poin penting untuk menciptakan kinerja PDAM yang lebih baik lagi.

Selain itu, para peserta akan melakukan kunjungan kerja ke intake Ciherang Pondok milik Perumda Tirta Pakuan di wilayah Kabupaten Bogor.

“Kita bawa ke intake kita itu untuk melihat bagaimana pengolahan airnya, seperti sistemnya, berapa liter per detik air yang didistribusikan ke masyarakat dan sebagainya,” katanya.

Tujuannya agar direksi dan badan pengawas sebagai perwakilan kepala daerah memiliki pemahaman yang sama dan sejalan untuk memberikan pelayanan air minum yang adil dan merata.

Kota Bogor sebagai kota penyangga ibu kota yang masuk ke dalam interline Jakarta, yang memberikan konsekuensi tingginya tuntutan pelayanan air bersih di Kota Bogor.

Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah menekankan, kuantitas dan kualitas penyediaan kebutuhan air bersih bagi warga menjadi sangat penting di tengah tingginya tuntutan masyarakat.

Baca Juga: Berusia Puluhan Tahun, Perumda Tirta Pakuan Ganti Valve Drain IPA Cipaku

Untuk itu, dalam memberikan layanan prima, dewan pengawas dan Perumda Tirta pakuan rutin melakukan rapat pertemuan untuk merespon masukkan dari masyarakat maupun dari mitra kerja DPRD. Saat ini permasalahan utama di Kota Bogor dari sisi teknis adalah keberadaan pipa tua yang dibangun pada masa zaman Belanda.

“Pipa-pipa tua yang dibangun zaman Belanda tentu saja ada umur teknisnya, untuk itu kita targetkan setiap tahun ada penurunan kebocoran dengan kita melaksanakan penggantian pipa dan perbaikan di lokasi kebocoran,” ujarnya.(*)

Reporter: Dede Supriadi
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya