Dukung UMKM Diaspora, BNI Akuisisi Waroeng Windsor

bni diaspora
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat mengunjungi Waroeng Windsor di London, Inggris, Rabu (9/11/2022).

LONDON-RADAR BOGOR, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk kembali berhasil mengakuisisi salah satu debitur diaspora loan di bidang kuliner, Waroeng Windsor di Inggris. Langkah ini sekaligus menambah list pencapaian BNI dalam bersaing secara global di segmen UMKM.

UMKM Diaspora Indonesia Aqaya Davenport itu sekaligus mendapatkan kesempatan kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno, baru-baru ini. Sandiaga Uno mengapresiasi penyaluran kredit bagi bisnis Diaspora Indonesia oleh BNI. Menurutnya, BNI memiliki program yang sangat positif bagi segmen UMKM di luar negeri.

Baca Juga: Terpilih Aklamasi, Arif Satria Lanjut jadi Rektor IPB

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyatakan bahwa salah satu mandat BNI adalah memfasilitasi Indonesia-related business di luar negeri. BNI telah memiliki Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) di berbagai pusat bisnis Internasional.

Menurutnya, usaha Waroeng Windsor memiiki potensi pengembangan yang sangat baik karena dapat menarik banyak perhatian pecinta kuliner di Inggris.

“Kami merasa bangga diberi kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan Waroeng Windsor. Melalui Diaspora Loan ini, kami harapkan dapat dapat mengakomodir lebih banyak lagi kebutuhan Diaspora Indonesia di Inggris dalam mengembangkan usahanya,” sebut Okki dalam keterangan resmi diterima Radar Bogor, Rabu (9/11).

Okki menambahkan, BNI telah menjalankan program Diaspora Loan sejak tahun 2021. Tujuannya memberikan dukungan pembiayaan untuk Indonesia-Related business yang dijalankan oleh Diaspora.

“Diaspora loan ini merupakan salah satu langkah BNI dalam menggali potensi-potensi bisnis, baik itu dari luar negeri ke Indonesia, maupun dari Indonesia ke luar negeri,” imbuhnya.

Hingga September 2022, BNI telah menjalin kerja sama dengan 29 nasabah diaspora di berbagai sektor. Di antaranya 14 restoran, 11 trading atau jasa, 3 minimarket, dan 1 jasa transportasi.

Sementara itu, Aqaya Davenport bercerita Waroeng Windsor sendiri adalah bisnis restoran yang mengadopsi konsep warung makan di Indonesia. Warung pertamanya dibuka di Aldershot dan langsung mendapat penerimaan yang sangat positif baik dari diaspora Indonesia maupun masyarakat pecinta kuliner asal Inggris.

“Berkah dari kecintaan terhadap makanan Indonesia, kami bersyukur Waroeng Windsor diganjar penghargaan dengan meraih peringkat pertama Tripadvisor dari 62 restoran di Aldershot,” katanya.

Baca Juga: Bertamu Ke Ponpes Cibungbulang, Uu Minta Didoakan jadi Gubernur

Selama masa pandemi, Aqaya mengaku usahanya pun turut terimbas sehingga harus menutup selama 6 (enam) bulan. Namun, kesabaran yang terus dipupuk pada akhirnya membuahkan hasil.

“Dulu saya memiliki impian untuk bisa membuka usahanya di Windsor, dan saat ini harapan itu terwujud dengan adanya Diaspora Loan dari BNI Cabang London,” tandasnya.(*/adv)

Berita Lainnya