Pentingnya Manajemen Media Sosial Pada Keluarga Dengan Anak Usia Dini

PERKEMBANGAN Teknologi Informasi (TI) merupakan hasil yang tampak jelas dari berkembangannya pengetahuan manusia yang dapat memberikan perubahan pada kehidupan manusia pada zaman sekarang. TI memberikan beberapa kemudahan bagi manusia seperti dalam dunia pendidikan, pekerjaan, komunikasi, perdagangan juga yang lainya sehingga menuntut manusia untuk menggunakan TI.

Salah satu TI yang sering digunakan adalah smartphone (handphone) yang dapat mengakses internet dimana dalam internet tersebut terdapat berbagai media sosial seperti YouTube, Instagram, Twitter, Facebook, WhatsApp dan masih banyak lainnya.

Peran media sosial sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan dan perilaku pada anak usia dini. Anak usia dini merupakan anak yang sedang menjalani suatu proses perkembangan yang pesat sehingga sangat menentukan bagi kehidupan selanjutnya.

Anak di usia dini (0-5 tahun) adalah masa emas (golden age), karena di masa inilah perkembangan intellectual quotient (IQ), emotional quotient (EQ), dan spiritual quotient (SQ) sangat dibutuhkan. Pada masa tersebut, anak belum mampu berpikir secara operasional, anak masih selalu meniru apa yang orang tua atau orang-orang disekitarnya lakukan tanpa tahu benar dan salahnya.

Perkembangan media sosial pada anak usia dini tentunya terdapat dampak negatif dan positif tergantung pada penggunaan dan kebutuhannya juga manfaatnya. Perkembangan yang kian pesat tersebut membuat perkembangan jiwa anak pun mengalami perubahan yang perlu diperhatikan.

Berdasarkan hal itu, diperlukan manajemen penggunaan sosial media dari segi tanggung jawab dan waktu penggunaan tersebut sangatlah penting sehingga orang tua harus bisa membimbing anak-anak usia dini dalam keluarga mereka.

Media sosial memang memiliki dampak positif. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa dampak negatifnya pun sangat banyak jika salah dalam penggunaannya. Salah satu dampak negatifnya adalah media sosial membuat anak-anak lebih menyukai bermain gadget atau game dari pada membaca, padahal membaca merupakan jendela dunia (Hasanah dan Deiniatur 2019).

Oleh karena itu diperlukan manajemen waktu penggunaan handphone untuk anaknya untuk mencegah hal itu, anak dibatasi hanya menggunakan gadget selama 1 jam perhari. Adapun cara mengatasi dampak buruknya yaitu meningkatkan literasi digital anak.

Literasi digital pada anak akan berkembang dengan baik jika orang tua dapat menjadi panutan dan panutan langsung dalam kehidupan sehari-hari serta menjadikan literasi sebagai bagian penting dari kepribadiannya (Salehudin 2020). Dengan meningkatnya literasi digital anak terutama literasi terkait penggunaan media sosial akan membuat anak lebih memahami apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan saat memanfaatkan media sosial.

Media sosial yang sering diakses oleh anak-anak adalah media sosial youtube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa youtube berperan sebagai media informasi dan ilmu pengetahuan bagi anak dalam menambah wawasan, terkhusus dalam mempermudah tugas yang diberikan oleh sekolah, serta orang tua berusaha untuk bisa menyesuaikan diri dalam dunia yang anak jalani dalam menggunakan teknologi, memberikan ruang kepada anak dalam mengeksplor apa yang dia dapat di smartphone yang anak gunakan dengan memberikan arahan, nilai moral dan nilai religius serta batasan-batasan yang tidak mengekang anak.

Tayang yang ada di youtube dapat mempengaruhi perilaku anak, tayangan yang bermutu akan mempengaruhi anak untuk berperilaku baik. Adapun tayangan yang kurang bermutu akan mempengaruhi anak untuk berperilaku buruk. Sehingga dapat dikatakan bahwa hampir semua perilaku buruk yang dilakukan orang adalah hasil pelajaran yang mereka terima dari media semenjak usia anak-anak.

Dampak positif dari media sosial youtube adalah perkembangan anak dalam mengetahui huruf dan mengetahui warna sangat terasa, akses materi untuk tugas sekolah, materi diskusi mata pelajaran sekolah hingga memberikan pertemanan yang lebih luas.

Hal ini sangat diharapkan oleh semua orang tua bagaimana teknologi dapat membawa dampak positif bagi anak mereka yang masih di usia dini. Selain itu, media sosial sangat membantu para orang tua dalam perkembangan anak mereka karena sejatinya keluarga adalah tempat pertama mendapatkan pengetahuan bagi seorang anak.

Adapun peran orang tua disaat anak-anak menggunakan media sosial youtube dengan fasilitas yang disediakan di rumah adalah mengawasi anak dan mengarahkan pada konten-konten positif yang dapat membantu tumbuh kembang anak. Pembelajaran yang menggunakan teknologi media sosial youtube dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak seperti mengamati, mengenal, dan berpikir.

Selain itu, orang tua harus memberitahu anak secara jelas dan rinci tentang penggunaan setiap software, fitur-fitur atau aplikasi. Orang tua harus lebih tau tentang semua konten yang ada pada teknologi yang diberikan kepada anak-anaknya. Orang tua dapat memberikan kesempatan pada anak untuk belajar menggunakan teknologi untuk belajar dan berinteraksi sejak dini.

Cara yang baik untuk mengedukasi seorang anak dalam era globalisasi adalah dengan memperkenalkan Internet dengan bijak sesuai dengan usia mereka dan menemani serta mengawasi anak dalam menggunakan teknologi canggih karena penggunaan teknologi pada saat ini adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari pada masa yang akan datang, sehingga orang tua perlu memperhatikan penggunaan teknologi pada anak-anak.

Penggunaan media sosial pada anak usia dini cukup besar dan mempengaruhi kondisi anak dari aspek perilaku, fisik, kecerdasan, mental, dan lainnya. Maka dari itu, diperlukan manajemen media sosial terhadap anak usia dini oleh orang tua sehingga dampak dari media sosial dapat dikendalikan.

Manajemen ini diharapkan mampu menggunakan waktunya dengan baik dan mampu membatasi diri dalam menggunakan media sosial. Orang tua perlu memahami dan meminimalisir hal-hal yang akan berdampak buruk nantinya. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan kedepannya orang tua agar memberikan pengawasan dan pengendalian yang ketat dan tegas pada anak dalam menggunakan media sosial serta lebih mendekatkan diri pada anak agar anak tidak menjadikan media sosial sebagai teman yang akhirnya memberikan dampak negatif bagi kehidupan anak selanjutnya. (*)

Aldira Dina Tutazqiyah, Abdullah, Naufal Iqbal, Ahmad Bintang Arif, M. Rizki Adiyaksa, Yulina Eva Riani, Istiqlaliyah Muflikhati. Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor

Daftar Pustaka

  • Hasanah U, Deiniatur M. 2019. Membangun budaya membaca pada anak usia dini di era digital. At-Tajdid. 3(1). 10–24.
  • Salehudin, M. (2020). Literasi digital media sosial youtube anak usia dini. Jurnal Ilmiah
  • Potensia. 5(2):106-115.

Editor : Yosep

Berita Lainnya