Sasar Panti Asuhan, Dosen Sekolah Vokasi IPB Ajarkan Teknologi Hidroponik dan Vertikultur

BOGOR-RADAR BOGOR, IPB University dengan program pengabdian masyarakat berupaya untuk mencapai tujuan dari program Sustainable Development Goals (SDG’s).

Baca Juga : Nicotine War Goes to IPB University: Membedah Siasat Koporasi Farmasi Jualan Nikotin

Program SDG’s ada beberapa poin, terutama mengenai mengatasi masalah kemiskinan, mengakhiri kelaparan mengurangi ketimpangan dan tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya selaras dengan program kebijakan sosial yang ada di Indonesia.

Tahun ini, tema yang diusung oleh IPB University adalah Enriched and Empowered Society. IPB dan civitas akademikanya memiliki tanggung jawab untuk memberikan dampak seluas-luasnya ke masyarakat.

Di antara program unggulan seperti Dosen Pulang Kampung, ada juga Dosen Mengabdi Regular di lingkar kampus IPB dan Mahasiswa Mengabdi Wiramuda.

Salah satu tim yang melakukan pengabdian masyarakat yakni dosen-dosen Sekolah Vokasi IPB menyasar Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Putri dan Balita Darrussholihat, Kota Bogor dengan programnya berupa pemberdayaan dan kemandirian ekonomi melalui penerapan teknologi hidroponik dan vertikultur.

Program yang dilaksanakan dosen Sekolah Vokasi IPB dengan ketua tim Liisa Firhani Rahmasari, dan anggota tim Muh Faturokhman, Hendri Wijaya, serta Undang ini, didampingi salah satu penyuluh di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, Imam Hanafi.

“Tidak hanya anak-anak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Putri dan Balita Darrussholihat, Kota Bogor, namun tim juga memperkenalkan Teknologi Hidroponik dan Vertikultur pada pengurus, pengelola, pengasuh, dan pendamping Panti Asuhan Putri dan Balita Darrussholihat,” jelas Liisa Firhani Rahmasari.

Bila sebelumnya anak-anak tidak banyak memahami dan mengetahui teknis bagaimana budidaya hidroponik sederhana dan vertikultur, mereka sangat antuasias mempelajari, dan bertanya mengenai teknologi budidaya ini.

“Anak-anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Putri dan Balita Darrussholihat juga diajarkan cara menyemai pada rockwol, memelihara hingga panen,” jelasnya

Liisa Firhani menambahkan, tim Dosen IPB senantiasa melakukan pendampingan dan bimbingan terkait pascapanen mulai dari bagaimana menghitung biaya usaha tani, melakukan pemasaran dan pengolahan sayuran organik menjadi berbagai macam, salah satunya minuman smoothies sayur yang tidak hanya dapat dinikmati oleh anak-anak, namun dapat dimanfaatkan sebagai sumber pemasukan operasional panti asuhan ke depan.

Sementara itu, Undang mengungkapkan, anak-anak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Putri dan Balita Darrussholihat yang awalnya tidak terlalu menyukai sayuran, namun dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang baru ternyata menarik bagi mereka, terlihat dari antusiasme mereka untuk mencoba dan memberi berbagai macam respon.

Yang menarik, kata dia, terjadinya peningkatan pengetahuan mereka terkait dasar budidaya tanaman, pentingnya dan manfaat mengonsumsi sayur bagi kesehatan mereka, serta tingginya kepedulian mereka untuk memelihara tanaman yang yang mereka semai sendiri.

Muh Faturokhman menuturkan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini pada anak-anak Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Putri dan Balita Darrussholihat.

Selain itu, Anak-anak perlu mengetahui, sumber pangan yang selama ini mereka konsumsi seperti beras, sayuran, daging dan lain-lain merupakan komoditas pangan yang dihasilkan melalui proses budidaya yang tidak sederhana dalam proses produksinya, sehingga mereka akan lebih menghargai makanan yang mereka konsumsi. (lfr)

Editor : Yosep

Berita Lainnya