Pasca Tragedi Kanjuruhan, PSSI Klaim FIFA Tak Pernah Membahas Soal Sanksi

PSSI soal sanksi FIFA terkait tragedi Kanjuruhan
PSSI soal sanksi FIFA terkait tragedi Kanjuruhan

JAKARTA-RADAR BOGOR, Indonesia terancam sanksi dari FIFA terkait tragedi Kanjuruhan. Namun, menurut Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, dalam komunikasi yang dilakukan pihaknya, FIFA tidak pernah membahas sanksi yang kemungkinan diterima Indonesia pasca tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga : Daftar 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Dirut PT LIB dan 3 Polisi

Iwan mengatakan, PSSI langsung berkabar dengan FIFA sehari setelah Tragedi Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Presiden FIFA Gianni Infantino, bahkan meminta nomor telepon Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.

Iwan mengatakan, PSSI langsung berkabar dengan FIFA sehari setelah Tragedi Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10). Presiden FIFA Gianni Infantino, bahkan meminta nomor telepon Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.

”Sehari setelah kejadian, kami di Kesekjenan PSSI berkomunikasi dengan FIFA bahkan bagaimana Presiden FIFA Gianni bisa berkomunikasi dengan Presiden Jokowi melalui telepon itu adalah hasil komunikasi FIFA dengan Kesekjenan kami,” ungkap Iwan.

Dalam setiap komunikasi yang dijalin PSSI bersama FIFA, lanjut dia, tidak pernah ada pembahasan terkait kemungkinan sanksi bagi Indonesia. FIFA justru menawarkan bantuan untuk perbaikan sepak bola Indonesia.

”Gianni juga menyampaikan beberapa tragedi sepak bola di dunia, seperti Heysel yang menyebabkan perkembangan sepak bola di negara tersebut jadi sangat maju. Beliau (Gianni) mendukung penuh Indonesia untuk memulihkan ini,” tutur Iwan.

”Jadi beliau tidak bicara soal sanksi, bahkan FIFA menyatakan akan mendukung secara tim dan finansial apabila dibutuhkan untuk memperbaiki infrastruktur di Indonesia,” terang Iwan.

Baca Juga : Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ini Respon Dirut PT LIB

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga telah menyampaikan bahwa FIFA akan memberikan pendampingan untuk perbaikan sistem persepakbolaan di Indonesia. Baik dari segi pengamanan maupun suporter.

Setelah melakukan pengecekan langsung ke Malang, Iriawan menyatakan, Stadion Kanjuruhan memang masih jauh dari standar FIFA bahkan dengan stadion milik klub-klub luar negeri. (jpg)

Editor : Yosep

Berita Lainnya