Waspada, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Bulan Ini

Hujan Deras
Bencana pohon tumbang di Kota Bogor akibat hujan deras yang mengguyur Selasa (6/9/2022) sore.

BOGOR-RADAR BOGOR, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem akan terjadi mulai 2 hingga 8 Oktober 2022.

BMKG memonitor perkembangan kondisi cuaca saat ini mengindikasikan terdapat indikasi dinamika atmosfer, yang dapat berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia termasuk Kota dan Kabupaten Bogor.

“Potensi cuaca ekstremnya meningkat di periode tersebut (2 hingga 8 Oktober 2022),” kata Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat Indra Gustari, Minggu (2/10).

Menurutnya, hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya belokan dan perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektifitas, serta aktifnya fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuator dan gelombang Kelvin. Sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat dalam beberapa hari ke depan.

“Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Termasuk di Kota dan Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Oleh karenanya, wilayah Kota dan Kabupaten Bogor memasuki kategori waspada mulai 1 Oktober 2022. Pihak-pihak terkait diharapkan melakukan persiapan antara lain memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

Selain itu, dilanjutkan Indra dirinya mengimbau penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol. Serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.

“Melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang,” tuturnya.

Di samping itu, Indra meminta pihak terkait menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian Pemerintah Daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan/pengurangan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi.

Pemerintah daerah juga dimintanya terus mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi.

“Terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG,” tukasnya.(ded)

Editor: Rany

Berita Lainnya