IPB Percik Inovasi Mahasiswa di Bidang Pakan Lewat Pelatihan Scale Up Wafer Pakan

BOGOR-RADAR BOGOR, Perkembangan populasi peternakan dan kebutuhan masyarakat yang kian meningkat justru tidak dibarengi dengan ketersediaan pakan yang berkualitas.

Hal ini terjadi karena semakin sulitnya mencari pakan hijauan dan kian meningginya harga konsentrat.

Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan bagi para praktisi dan akademisi di bidang peternakan.

Berangkat dari masalah tersebut Fakultas Peternakan, IPB University menyelenggarakan pelatihan peningkatan softskill mahasiswa dalam produksi pakan inovatif.

Acara yang digelar di Ruang Sidang Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pangan (INTP) pada Sabtu (1/10) ini merupakan rangkaian kegiatan magang program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Idat Galih Permana menjelaskan pelatihan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan dan memantik kreatifitas serta inovasi mahasiswa dalam bidang pakan ternak.

Baca juga: P2SDM LPPM IPB University Gelar Pelatihan Audit Non-Akademik Perguruan Tinggi 

Salah satu upaya yang dilakukan yakni pemaparan mengenai inovasi pakan yang telah ada di IPB University yaitu wafer pakan. Produk inovasi tersebut memiliki peluang tinggi dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi distribusi pakan.

“Iklim inovasi memang perlu terus ditumbuhkan sehingga fakultas dapat terus menelurkan produk inovatif yang mensejahterakan para peternak,” ujarnya.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Yuli Retnani dalam paparannya menuturkan inovasi pakan perlu terus digalakkan sebab harga pakan yang terus naik namun kualitasnya justru tidak stabil.

Maka dari itulah program magang MBKM dilihatnya menjadi momen penting bagi para mahasiswa meningkatkan pola pikir yang bertumbuh terutama di bidang inovasi pakan. Dengan begitu mereka dapat mengatasi permasalahan yang terjadi dan mendulang banyak keuntungan nantinya.

“Pelatihan ini nanti prakteknya selama 3 bulan di laboratorium industri pakan. Mereka akan memproduksi wafer pakan dan pakan inovatif lain. Selanjutnya mereka akan mengenalkan itu ke peternak,” jelasnya.

Dirinya berharap, program tersebut dapat mendorong mahasiswa untuk menyelaraskan produk inovasi yang dilahirkan di kampus dengan dunia bisnis. “Dengan begitu membawa kebermanfaatan bagi masyarakat, dan juga mereka nantinya,” imbuh Yuli.

Owner ST Farm, Rama Rahardian mengakui banyak manfaat yang dirasakannya saat memberikan wafer pakan pada ternaknya. Inovasi yang terbentuk membantu para peternak mengatasi masalah pakan, keterbatasan lahan, biaya operasional dan tenaga.

“Sudah 1 tahun memakai wafer pakan di penggemukkan dan pembibitan. Banyak keuntungan dari terutama keuntungan saat idul adha. Dari segi pembibitan sampai hari ini domba yang lahir tingkat kematiannya menurun sampai 0 persen yang sebelumnya 2 persen,” ujarnya.

Program tersebut diikuti oleh 38 mahasiswa Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pangan (INTP) Fakultas Peternakan, IPB University. Mereka juga mendapatkan pembekalan dari Direktur Nutricell, Wira dan Dosen FEM, IPB University, Burhanuddin. (cr1)

Editor: Rany

Berita Lainnya