BOGOR-RADAR BOGOR, Turunnya angka kasus Covid-19, ternyata tidak membawa dampak pada tarif bus Damri. Nyatanya, pasca pandemi usai, tarif yang harus dibayar penumpang justru kian melonjak.

Di Kota Bogor misalnya. Penumpang yang ingin ke Bandara Soekarno Hatta dengan bus Damri, harus merogoh kocek sebesar Rp130 ribu per orang. Padahal sebelum pandemi, tarif bus ini hanya seharga Rp75 ribu saja. Kondisi ini pun dikeluhkan para penumpang.

Salah satu penumpang, Lukman mengaku keberatan dengan tarif saat ini. Baginya, Rp130 ribu sangatlah mahal. Terlebih dalam kondisi sekarang, kondisi bus tidak lagi ada pembatasan kursi dan pengurangan kapasitas.

“Kaget dengan harga sekarang, mahal sekali. Padahal pandeminya sudah selesai tapi harganya masih belum turun juga, malah naik,” ujarnya kepada Radar Bogor pada Jumat (30/9).

Baca juga: Jalan Tertutup Longsor, Damri Leuwiliang-Cikidang Belum Bisa Beroperasi

Lukman berharap tarif bus Damri bisa kembali ke harga normal yakni Rp75 ribu. Sebab menurutnya, Damri menjadi pilihan terbaik dibandingkan dengan moda transportasi lain. “Kalau mau ke bandara memang paling praktis naik ini (bus Damri). Kalau taksi atau mobil pribadi lebih mahal,” ucapnya.

Meski harus merogoh saku lebih dalam, Lukman hanya bisa pasrah. Ia menuturkan sebagai rakyat biasa. Ia tidak bisa menolak ketentuan tersebut. “Kalau sudah peraturan mau gimana? Kalau tidak terlalu penting lebih baik di rumah saja. Karena semua serba mahal,” tuturnya.

Kenaikan harga tersebut dibenarkan Petugas Counter Damri Botani Square, Riska Adriyanti. Ia menjelaskan, kenaikan harga terjadi, berbarengan dengan kebijakan pemerintah pusat menaikkan harga BBM bersubsidi pada Sabtu (4/9) lalu.

Ia pun menyebut, tarif Damri sempat mengalami fluktasi selama pandemi. “Harga normalnya Rp75 ribu, saat pandemi naik 100 persen jadi Rp150 ribu. Sempat turun jadi Rp120 ribu, tapi sekarang naik lagi setelah BBM naik jadi Rp130 ribu,” terangnya.

Kenaikan harga tersebut, ternyata juga membawa dampak pada jumlah penumpang. Riska mengakui adanya penurunan penumpang, meski tidak signifikan. Ia menambahkan, selain karena tarif yang naik, jumlah penumpang juga berkurang akibat tiket pesawat yang turut mengalami kenaikan.

Selama satu hari, Damri Botani Square dapat melayani 18 pemberangkatan sejak pukul 02.00 – 20.00 WIB. Selama periode tersebut bus Damri dapat mengangkut penumpang berjumlah 300-500 orang. (cr1)

Editor: Rany