Ratusan PKL di Cifor Digeser Sesuai Domisili

Sejumlah petugas Satpol PP Kota Bogor saat membongkar lapak PKL di Cifor, Selasa (27/9/2022). Sofyansyah/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Rencana pemkot Bogor membangun pedestrian, di sepanjang Jalan Raya Cifor, Kecamatan Bogor Barat, harus dibayar dengan penggusuran ratusan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan tersebut.

Setidaknya, ada 256 pedagang yang harus merelakan lapaknya hancur dirobohkan petugas. Penertiban yang berlangsung pada Selasa (27/9) ini pun sempat diwarnai isak tangis para pedagang.

Menanggapi kondisi ini, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, sosialisasi telah dilakukan pihaknya dari jauh-jauh hari. Pembongkaran lapak pedagang, yang berada di tanah milik pemkot Bogor ini juga sudah diawali dengan langkah persuasif.

Baca juga: Penertiban Ratusan Lapak PKL Cifor Diwarnai Isak Tangis Pedagang  

Bima menjelaskan, pembongkaran dilakukan sebagai langkah awal perbaikan kawasan Jalan Raya Cifor. Ia menyebut, area ini ke depannya akan menjadi daerah dengan pertumbuhan yang pesat.

“Kawasan ini bakal cepat pertumbuhannya karena seluruh titik wilayahnya akan ditata. Begitu pula dengan pertumbuhan ekonominya,” ujarnya kepada Radar Bogor pada Kamis (29/9).

Oleh sebab itulah, ia melihat perlu adanya penataan akses transportasi publik yang lebih rapi. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya kemacetan, yang acapkali terjadi di wilayah tersebut.

Jalan sepanjang 2,2 kilometer ini memang nantinya, menjadi akses utama menuju berbagai destinasi wisata yang ada di Kelurahan Situ Gede.

Saat disinggung soal rencana relokasi, Bima mengatakan, ia akan menampung harapan para pedagang dan akan membahasnya bersama dengan pihak lainnya. “Nanti digeser, tergantung domisilinya,” ucap Bima. (cr1)

Editor: Rany

Berita Lainnya