Syekh Yusuf al-Qaradawi Meninggal Dunia, Fadli Zon : Ulama Tegas dan Cerdas

Syekh Yusuf al-Qaradawi
Fadli Zon mengunggah foto saat dia bertemu dengan Syekh Yusuf al-Qaradawi di Doha

MESIR-RADAR BOGOR, Ulama tersohor asal Mesir dan pimpinan spiritual Ikhawanul Muslimin Syekh Yusuf al-Qaradawi,  meninggal dunia di Doha, Qatar pada usia 96 tahun.

Baca Juga : Bukan Representasi Cebong atau Kampret, Ulama Jatim Pilih Ridwan Kamil di 2024

“Telah pergi ke rahmat Allah, Yang Mulia, Al-Samahah Imam Yusuf al-Qaradawi, yang mendedikasikan hidupnya untuk menjelaskan hukum-hukum Islam dan membela umatnya,” tulis keterangan di akun resmi Twitter sang Sheikh.

Kabar duka meninggalnya Syekh Yusuf al-Qaradawi, juga disampaikan Politikus Partai Gerindra Fadli Zon. Ia menyebut Syekh Yusuf merupakan ulama besar.

“Innalillahi wainnailaihi raajiun. Kita kehilangan seorang ulama besar, Syaikh Yusuf Al Qaradawi, Ketua Al-Ittihaad Al-‘Aalami li’ Ulama’il Muslimin atau Persatuan Ulama Islam Internasional,” tulis Fadli dalam akun Twitter pribadinya, Senin (26/9/2022).

Fadli Zon mengunggah foto saat dia bertemu dengan Syekh Yusuf di Doha. Fadli memuji Syekh Yusuf sebagai ulama yang tegas dan cerdas.

Syekh Yusuf al-Qaradawi lahir di Mesir pada tahun 1926. Ia merupakan ahli fikih dan kerap memberi faedah-faedah keilmuannya melalui siaran resmi Al Jazeera Qatar.

Ya, Syekh Yusuf al-Qaradawi merupakan ulama sunni yang menghabiskan massa hidupnya di Qatar. Syekh Yusuf al-Qaradawi adalah satu-satunya ulama Mesir yang menentang tuduhan ajaran Wahabi kepada ulama-ulama di Arab Saudi.

Dalam sebuah tayangan video, ia pernah menjelaskan bagaimana para ulama dan Kerajaan Arab Saudi menerapkan ajaran Islam di negeri tersebut.

Ia mengatakan bahwa tidak ada yang namanya ajaran Wahabi, melainkan yang didasari hukum Islam di Arab Saudi adalah berladaskan Al-Quran dan Sunnah di atas Ketauhidan kepada Allah SWT.

“Istilah Wahabi adalah sebutan yang dinisbatkan kepada Imam Muhammad bin Abdul Wahab.

“Yang tinggal di Jazirah Arab, terkenal akan dakwahnya kepada Tauhid. Memerangi syirik dan khurafat, serta mendakwahi manusia untuk kembali kepada Al-Quran dan Sunnah.

“Dan atas asas dakwahnya, maka berdirilah Negara Saudi modern,” terang sang Sheikh, dilihat Disway.id dari tayangan video yang diunggah oleh akun @saudinesia di Instagram.

Syekh Yusuf al-Qaradawi melanjutkan penjelasannya, di mana sosok Imam Muhammad bin Abdul Wahab sejatiny adalah ulama yang bermazhab Imam Ahmad bin Hambal.

“Namun orang-orang memanggilnya dengan Wahabi. Tidak ada yang namanya mazhab Wahabi ataupun aqidah Wahabi.

“Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah seorang yang bermazhab Hambali. Barang siapa yang menghormati mazhab Imam Ahmad bin Hambal, maka ia harus menghormati Imam Muhammad bin Abdul Wahab,” tegas Syekh Yusuf.

Ia kembali melanjutkan, tokoh ulama asal Arab Saudi itu disebutnya tak pernah melenceng dari ajaran yang dipelajari dari Imam Ahmad bin Hambal.

Baca Juga : Tabligh Akbar UAS Sukses Digelar, Mulyadi : Jangan Ada Lagi Penolakan Ulama

“Karena ia tidak keluar dari mazhab Hambali sedikit pun. Wajar dan mungkin saja kita menyelisihi Muhammad bin Abdul Wahab di sebagian perkara, sebagaimana kita menyelisihi sebagian pendapat ulama,”  katanya.

Ia lalu menegaskan bahwa tidak pantas seseorang yang menuduh tokoh-tokoh ulama yang disebutkannya sebagai ulama sesat dan menyimpang.

“Maka tidaklah pantas jika dakwah mereka disebut sesat, menyimpang atau selainnya,” tukas Syekh Yusuf di tayangan video itu. (net/dis)

Editor : Yosep

Berita Lainnya