Penertiban Ratusan Lapak PKL Cifor Diwarnai Isak Tangis Pedagang  

Lapak PKL
Sejumlah pedagang menangis saat penertiban lapak PKL di Jalan Raya Cifor, Selasa (27/9/2022). REKA/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Penertiban ratusan lapak PKL di Jalan Raya Cifor Kecamatan Bogor Barat, Selasa (27/9/2022) diwarnai isak tangis para pedagang.

Baca Juga : Berdiri di Lahan Pemkot, 256 Lapak PKL di Cifor Ditertibkan 

Meski telah sepakat dengan penertiban yang dilakukan, sejumlah pedagang terlihat masih tak kuasa melihat lapak PKL miliknya dirobohkan petugas.

Endang misalnya, salah satu pedagang buah di kawasan Cifor hanya bisa tertegun melihat lapak yang telah ditempatinya selama 20 tahun luluh lantak dihancurkan alat berat. Dirinya tak kuasa menahan tangis memikirkan nasibnya ke depan. “Saya bingung mau jualan kemana lagi,” ucapnya.

Meski sulit berkata-kata, Endang menjelaskan dirinya sudah mencoba terus menuruti permintaan pemerintah untuk memindahkan lapaknya mundur dari sisi jalan. “Sudah 3 kali disuruh mundur, saya nurut. Tapi ternyata akhinya dibongkar juga,” tutur Endang.

Beruntung, Endang sudah menyelamatkan buah-buahan dagangannya, meski belum mengetahui pasti nasibnya ke depan seperti apa.

“Kita ingin agar pemerintah menyediakan lahan untuk kita berjualan lagi. Walaupun bayar kita tidak masalah, yang penting bisa tenang berjualan,” kata Endang sambil mengusap matanya.

Kesedihan juga dialami pemilik lapak PKL lainnya, Aminah. Dirinya terlihat menangis histeris saat petugas tengah membongkar lapaknya.

Dirinya mengaku diperbolehkan untuk menetap dan tinggal oleh pemilik tanah. Namun ternyata lapaknya tetap terkena pembongkaran.

“Kata yang punya tanah, pake saja dan kalau ada apa-apa nanti bilang saja sama dia. Tapi orang dari kota katanya disuruh dibongkar. Memang sudah ada 3 kali pemberitahuan tapi kalau begini saya jadinya bingung mau tinggal sama jualan dimana, soalnya belum ada lahan baru,” ucapnya.

Kasatpol-PP Kota Bogor, Agustian Syach menjelaskan, pembongkaran tersebut terkait dengan rencana Pemkot Bogor membangun pedestrian di Jalan Raya Cifor. Agus mengakui pihaknya telah melakukan sosialisasi dan pendekatan dengan para pedagang dan telah menemui kesepakatan bersama.

Baca Juga : Pemkot Bogor – Taspen Perpanjang Kerja Sama Simgaji Berbasis Web

“Inshyaallah semua menerima, tapi kalau ada yang menolak akan kami ingatkan kembali mengenai kesepakatan terakhir. Kita sudah lakukan rapat terakhir di hari Jumat (23/9/2022) dan warga sudah sepakat dan memahaminya,” jelas Agus.

Ia menyebut ke depan pihak Pemkot Bogor bersama dinas terkait dan pihak kecamatan akan mengupayakan kebijakan alternatif bagi para pedagang yang terdampak penertiban. (cr1/mg1/mg2)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep

Berita Lainnya