Tuntaskan Masalah Sampah, UNB Bersama DLH Ajak Warga Cibadak Budidaya Maggot  

BOGOR-RADAR BOGOR, Universitas Nusa Bangsa (UNB) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor menggelar sosialisasi pengelolaan lingkungan, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di RT 2 RW 8 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Senin (26/9/2022).

Sosialisasi disampaikan pada puluhan warga di wilayah RW 6, 7, 8 Kelurahan Cibadak. Dalam sosialisasi ini warga diajak untuk mulai memilah sampah dari rumah, serta berpartisipasi aktif dalam budidaya maggot.

Ketua PKM UNB, Karmanah mengatakan hal tersebut dilakukan sebagai upaya pengurangan volume sampah yang akan diangkut ke TPA Galuga.

Ia menyebut, timbulan sampah di wilayah ini menembus angka 1,5 ton dalam sehari.

Baca juga: Tim PKM UNB Ajak Pengelola Sampah Mengenal Budidaya Maggot di DLH

Pemilahan sampah yang diterapkan akan memudahkan DLH dalam mengelola sampah.

Sampah plastik atau anorganik dapat dikelola DLH yang telah bekerja sama dengan berbagai pihak, sehingga jumlah sampah ke TPA dapat berkurang.

Sampah organik yang telah dipilah dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot yang akan mulai dikelola di wilayah tersebut.

“Selain bisa mengurangi volume sampah yang dapat meringankan beban DLH, budidaya maggot juga dapat meningkatkan kesejahteraan warga di bidang ekonomi. Maggot tersebut nantinya bisa dimanfaatkan sendiri sebagai pakan ternak atau dijual sehingga warga memperoleh pundi-pundi rupiah,” terangnya.

Sosialisasi ini merupakan kegiatan lanjutan PKM yang telah dilakukannya sejak tahun kemarin. Karmanah menuturkan tahun lalu dirinya telah sukses merubah sistem pengelolaan sampah di wilayah binaannya ini.

Pengelolaan sampah yang awalnya hanya ditumpuk dan dibakar, kini ia telah bekerja sama dengan DLH sehingga menghentikan adanya pencemaran lingkungan.

Baca juga: Staf DLH Kota Bogor Rutin Pungut Sampah, Kumpulkan Paling Banyak Dapat Hadiah  

Setelah program sosialisasi pemilahan sampah dan budidaya maggotnya pada tahun ini sukses, Karmanah bersama timnya akan kembali bergerak membangun bank sampah serta TPS 3R.

“Kami berharap program yang diterapkan bisa mengurangi volume sampah dan merubah pola pikir masyarakat sehingga mereka paham manfaat pengelolaan sampah dan dampak buruk dari sampah,” ucapnya.

Kepala Bidang Tata Lingkungan, DLH Kota Bogor, Setiawati mengatakan, pemilahan sampah dari rumah menjadi partisipasi penting masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Sebab dengan begitu akan semakin banyak sampah yang termanfaatkan lewat program DLH.

Di samping itu pemilahan sampah juga akan mengurangi beban biaya operasional yang dikeluarkan oleh DLH.

“Dalam sehari timbulan sampah di Kota Bogor mencapai 600 ton, jarak ke TPA Galuga sekira 30 kilometer. Dengan berkurangnya jumlah sampah ke sana akan mengurangi biaya operasional,” terang Wawa sapaan akrabnya.

Budidaya maggot dilihatnya menjadi salah satu upaya pengurangan sampah organik di masyarakat. Ia mengatakan dalam 1 gram maggot dalam mereduksi sampah organik seberat 10 kilogram dalam satu hari.

“Di bank sampah Siliwangi komunitas maggotnya bahkan bisa mereduksi sebesar 400 kilogram sehari,” imbuh Wawa.

Dirinya menyebut, saat ini Kota Bogor sudah memiliki 300 bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah, serta 30 TPS 3R yang masing-masing dapat mereduksi 2 ton sampah dalam sehari.

“Lewat pengelolaan seperti ini selain lingkungan bersih, masyarakat bisa memperoleh keuntungan secara ekonomi. Bahkan di salah satu TPS 3R bisa menghasilkan Rp38 juta dalam sebulan,” ujarnya. (cr1)

Editor: Rany

Berita Lainnya