Sosialisasi Empat Pilar, Sjarifuddin Hasan Dapat Keluhan Soal Kenaikan Harga BBM

Sjarifudin Hasan
Wakil Ketua MPR RI, Sjarifuddin Hasan melakukan sosialisasi empat pilar di Cico Resort, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor pada Sabtu (24/9/2022).

BOGOR-RADAR BOGOR, Wakil Ketua MPR RI, Sjarifuddin Hasan melakukan sosialisasi empat pilar di Cico Resort, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor pada Sabtu (24/9/2022).

Baca Juga : GMPI Kecewa Camat Bogor Utara Belum Sambangi Rumah Warga yang Ambruk 

Sebagian besar warga yang mengikuti kegiatan sosialisasi itu mengeluhkan terkait persoalan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Sjarifuddin Hasan menjelaskan, ada dua agenda yang dilakukan dirinya dalam kegiatan ini. Pertama, dirinya memberikan motivasi kepada warga Kota Bogor, khususnya para pengurus Paguyuban Sundawani, agar bagaimana hidup sebagai warga negara yang baik dapat menjalankan kehidupan dengan menerapkan empat pilar.

Yakni, berdasarkan Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Dengan menjalankan 4 pilar, kita akan timbul rasa kebersamaan ke depan. Dan mendorong mayarakat untuk tetap optimis agar menatap masa depan yang lebih bagus,”

Kemudian, dilanjutkan Sjarifuddin Hasan, kegiatan kedua yakni membuka dan menerima aspirasi dari masyarakat. Di mana, kebanyakan warga mengatakan hidupnya susah imbas kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Kebanyakan mereka mengatakan hidupnya susah. Karena segala-galanya naik, BBM naik, bahan pokok naik, semuanya serba naik, sehingga mengalami kesulitan,” kata Sjarifuddin.

Atas dasar itu, Sjarifuddin Hasan mengaku akan membawa dan memperjuangkan keluhan warga ini ke Pemerintah Pusat. Meski, memang diakuinya bahwa Partai Demokrat ini berada diluar pemerintahan.

Baca Juga : Tegas! Presiden Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Proses Hukum di KPK

“Sebenarnya apa yang dikeluhkan itu sama juga dengan yang disuarakan Partai Demokrat. Saya juga dari Wakil Ketua MPR RI dan teman-teman di Komisi DPR RI juga menyuarakan semuanya itu,” ucapnya.

“Namun karena posisi kita ada di luar pemerintahan, kita hanya bisa menyampaikan saja, kalau pemerintah mendengaranya ya alhamdulillah kita bersyukur. Nah kalau pemerintah tidak mendengar maka saya serahkan kepada rakyat lagi untuk menentukan pilihannya di tahun 2024. Kita lakukan perbaikan di tahun 2024,” tukasnya.(ded)

Reporter: Dede Supriadi
Editor : Yosep

Berita Lainnya