Edukasi Masalah Pernikahan, Panitera Muda PA Kota Bogor Tenar di Tiktok

BOGOR-RADAR BOGOR, Problematika yang terjadi di masyarakat memang tak ada habisnya. Tak terkecuali masalah pernikahan.

Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai masalah pernikahan membuat masyarakat terkadang salah mengambil langkah.

Di samping kurang mendapat edukasi, masyarakat justru sering terpapar informasi yang salah sehingga menimbulkan kebingungan.

Berangkat dai kegelisahan tersebut, Panitera Muda di Pengadilan Agama (PA), Hermansyah Bogor Kelas IA tergerak membuat konten-konten edukasi di media sosial. Konten tersebut dibuatnya dalam bentuk video pendek di Tiktok.

Baca juga: Implementasi E-Court di Pengadilan Agama Bogor Jadi yabg Terbaik Se-Jabodetabek

Dalam video buatannya Hermansyah membagikan informasi serta edukasi terkait dengan masalah-masalah pernikahan yang sering dialami masyarakat di Indonesia.

Contohnya mengenai cerai, talak, rujuk, pembagian hak waris, hak asuh anak, bahkan hingga poligami dan poliandri dalam hukum Islam.

Di samping video edukasi yang dipaparkannya, Hermansyah juga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para netizen lewat kolom komentarnya.

Gayung bersambut, video-video buatannya mendapat respons positif masyarakat. Ia pun menuai banyak komentar positif dari penontonnya.

Rata-rata jumlah penayangan video tiktoknya berjumlah ribuan hingga ratusan ribu. Jumlah pengikutnya pun kini lebih dari 7 ribu orang.

Baca juga: Pengadilan Agama Bogor Raih Predikat Terbaik Kedua Se-Jawa Barat

Diutarakannya, Hermansyah ingin masyarakat mendapatkan informasi dengan perspektif yang benar sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Di masyarakat ada dikotomi antara hukum Islam dan hukum negara. Saya ingin menunjukkan dikotomi seperti itu tidak tepat karena yang berlaku di Pengadilan Agama adalah hukum agama dalam hal ini Islam,” ujarnya.

Ia berharap edukasi yang diberikannya kepada masyarakat dapat memberikan perspektif dan wawasan sehingga masyarakat tidak salah mengambil langkah yang dapat merugikan dirinya dan juga sang buah hati.

Dalam menyampaikan edukasi, tak jarang Hermansyah menggunakan bahasa yang disesuaikan dan juga analogi.

Hal ini dilakukannya karena ia sadar pembahasan hukum yang sulit dimengerti oleh masyarakat. Oleh sebab itulah dirinya menggunakan cara dan bahasa yang bisa lebih mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.

Diakuinya, banyak pertanyaan nyeleneh yang disampaikan masyarakat yang bahkan tidak pernah terpikir olehnya.

“Waktu itu pernah ada yang nanya, dia diajak menikah oleh seorang pria dengan penghulu dan wali yang sudah ditetapkan olehnya. Padahal jelas ini tidak sah. Masih banyak pertanyaan nyeleneh lain yang ternyata dialami masyarakat,” tuturnya.

Kondisi tersebut justru semakin mendorong semangatnya untuk membuat konten edukasi lainnya. Ia terus mengembangkan dirinya dalam membuat video dan proses editing.

Hermansyah berkaca lewat akun-akun lainnya untuk mengembangkan kualitas video dan audio yang dihasilkannya.

“Tantangan yang saya temukan ketika membuat konten di Tiktok yaitu mereka cenderung menyukai video singkat berdurasi 15-20 detik saja. Padahal untuk menjelaskan masalah itu perlu waktu. Ini jadi tantangan saya,” ucapnya. (cr1)

Editor: Rany

Berita Lainnya