Gaduh Minuman Manis Es Teh Indonesia, Berapa Konsumsi Gula yang Disarankan?

BOGOR, RADAR BOGOR – Baru-baru ini, warganet banyak memperbincangkan mengenai salah satu produk minuman dari brand Es Teh Indonesia. Produk itu dianggap mengandung gula yang berlebihan bagi tubuh.

Lantas, berapa banyakkah konsumsi gula yang dianjurkan untuk kesehatan tubuh?

Ahli gizi dari RSJ Marzoeki Mahdi (RSJMM) Hera Ganefi Tamara Dwindayani, DCN, menyebutkan, konsumsi gula bagi tubuh seharusnya tidak lebih dari 25 gram per hari. Jika ditakar, jumlah itu setara dengan 2,5 sendok makan (sdm).

Baca Juga: Dikritik Kebanyakan Gula, Es Teh Indonesia Layangkan Somasi ke Konsumen

Sementara, jika merujuk pada American Heart Association (AHA), batas konsumsi gula per hari pada kondisi normal yang direkomendasikan berbeda-beda setiap usianya. Untuk pria sekira 36 gram, wanita 24 gram, dan anak usia 2-18 tahun kurang dari 24 gram. Itu lantaran menyesuaikan kebutuhan kalori usia masing-masing.

“Sebenarnya, tubuh kita butuh gula sebagai sumber energi, sumber cadangan. Tapi kalau misalkan konsumsinya berlebihan, apalagi kalau energi itu tidak dipakai bergerak atau aktivitas, akan disimpan dalam tubuh,” terangnya.

Ia melanjutkan, penyimpanan cadangan energi itu bisa di hati, di otot, atau di darah. Jika sudah berlebihan dan melebihi kapasitas penyimpanan, cadangan itu akan bocor. Orang akan rentan dengan penyakit gagal ginjal maupun diabetes.

Ketua Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) Cabang Bogor ini mengakui, kasus-kasus diabetes terus meningkat setiap tahunnya. Jumlah itu bahkan mulai menjangkiti usia-usia yang lebih muda, seperti pelajar.

Hal itu dipengaruhi salah satunya dari kebiasaan anak muda dalam mengonsumsi minuman-minuman instan maupun bergula tinggi.

“Ya, bagaimanapun masyarakat mencari yang murah-murah kan. Tidak peduli itu sasetan atau isi gula, apalagi kalau sudah pakai es. Itu (jenis gula kandungan) juga mesti diwaspadai karena kita tidak tahu apakah gulanya buatan, rafinasi, dan lainnya,” paparnya.

Menurutnya, konsumsi gula dalam batas wajar itu tidak menjadi masalah. Hanya saja, tak boleh dalam jumlah yang melebihi batas kebutuhan untuk tubuh. Apalagi, konsumsi minuman dengan kandungan gula itu masih akan diselingi dengan makanan lain yang juga punya kandungan gula.

Baca Juga: Es Teh Indonesia Ramai Dihujat Netizen, Begini Kronologinya

“Kalau sesekali (konsumsi) tidak masalah. Tapi kalau sering, itu bahaya. Misal begini, satu minggu bisa minum lebih dari 3 kali. Kita kan minum itu, bukan cuma sekali sedot. Mungkin 2 jam berikutnya, makan atau minum yang lain lagi dengan kandungan gula juga,” terangnya.

Untuk itu, ia menekankan agar edukasi terhadap bahaya minuman-minuman tinggi gula harus gencar dilakukan kepada masyarakat.

Saat ini, pola hidup yang serba modern tidak diiringi dengan pilihan minuman yang lebih sehat. Malah, minuman-minuman dengan kandungan gula yang cukup tinggi semakin menjamur. (mam)

 

Berita Lainnya