Beredar Kabar Penggulingan Presiden Tiongkok, Berdampak pada Banyaknya Penerbangan Dibatalkan

MOSCOW, RUSSIA - JUNE 5, 2019: China's President Xi Jinping at a ceremony to sign joint documents following Russian-Chinese talks at the Moscow Kremlin. Mikhail Metzel/TASS –осси€. ћосква. ѕредседатель  Ќ– —и ÷зиньпин во врем€ за€влени€ дл€ прессы по итогам российско-китайских переговоров в  ремле. ћихаил ћетцель/“ј——

TIONGKOK-RADAR BOGOR, Dampak ramainya kabar Presiden Tiongkok Xi Jinping digulingkan oleh militer dan jadi tahanan rumah membuat sejumlah jadwal penerbangan dibatalkan. Padahal, kabar itu belum dapat diverifikasi kebenarannya.

Kudeta Presiden Tiongkok Xi Jinping menjadi topik trending teratas di Twitter, di tengah laporan yang tidak berdasar, bahwa dia sedang menjadi tahanan rumah. Xi dan tagar kudeta #ChinaCoup menjadi tren di media sosial, setelah puluhan ribu pengguna menyebarkan desas-desus yang belum dikonfirmasi, bahwa presiden ditahan dan digulingkan oleh Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok.

Dampak kabar ini, jadwal penerbangan jadi terganggu. Tidak ada penerbangan komersial yang terbang di atas ibu kota Beijing pada hari Sabtu (24/9). Semua kereta api dan bus juga dibatalkan dari Beijing seperti dilansir dari NewsWeek, Minggu (25/9).

Baca juga: Silaturahmi SAS, Bima Arya Bangga Warga Kompak dan Guyub

Situs web Bandara Ibukota Beijing memang menunjukkan bahwa beberapa penerbangan keluar dari ibu kota Tiongkok itu telah dibatalkan, tapi banyak juga yang masih terjadwal atau sudah mendarat.

Sebuah video yang dibagikan secara luas diposting di Twitter juga dilaporkan menunjukkan barisan kendaraan militer sepanjang 80 kilometer menuju ke Beijing di tengah laporan kudeta militer pada 22 September.

Namun, video tersebut berdurasi kurang dari satu menit sehingga tidak terlihat jika antrean kendaraan militer membentang sejauh 80 km. Tidak bisa dikonfirmasi kapan atau di mana itu difilmkan, atau bahwa konvoi menuju ke Beijing sebagai bagian dari kudeta militer.

Mantan pejabat Departemen Pertahanan untuk China, Taiwan dan Mongolia, Drew Thompson, menggambarkan desas-desus itu sebagai kebohongan total. Pemerintah Tiongkok belum merespons isu ini. (*)

Editor: Rany

Berita Lainnya