Kafe Bertema Pantai, Jadi Nuansa Baru Pecinta Kopi di Bogor

Kafe
Salah satu kafe bertema pantai di Kota Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Kafe-kafe tropikal kini mulai bermunculan di Kota Bogor. Pantauan Radar Bogor menunjukkan setidaknya ada 3 kafe bertema pantai yang tersebar di berbagai wilayah. Antara lain Hemels Coffee and Chill di Kecamatan Bogor Utara, Hello Summer Bogor dan Mojosky Resto dan Karaoke di Kecamatan Bogor Timur.

Baca Juga : Indomaret Hadirkan Gerai Drive Thru Pertama di Kota Bogor

Ketiga kafe ini membawa angin baru bagi para pecinta kopi dan kafe di Bogor yang selama ini hanya disuguhkan dengan kafe bertemakan industrial. Kehadirannya ternyata mendapat sambutan hangat masyarakat khususnya kalangan anak muda.

Arsitek Kota Bogor, Mutiah Abdat menuturkan inspirasi konsep tropikal datang dari bangunan-bangunan yang ada di daerah-daerah pesisir pantai. Di Indonesia ada Bali, dan bila menilik ke luar negeri ada Santorini, Yunani.

Mutiah menjelaskan ciri khas utama pada dengan konsep ini arsitektur bangunannya tampak terbuka. Tembok-tembok pada bangunan ini tidak full menutup melainkan hanya sebagai tiang saja.

Meski terbuka, konsep tropikal tidak melulu outdoor. Sebagian bangunan tetap ditutupi atap untuk menutupi sinar matahari secara langsung.

Warna yang digunakan pada bangunan-bangunan pada konsep ini bersifat lembut dan senada dengan suasana pantai. Warna khasnya antara lain putih, putih tulang, atau krem. Warna lain seperti biru, hijau muda, bisa ditambahkan sebagai aksen.

“Warna-warna alam juga bisa. Bahkan di luar negeri ada corak pink yang melambangkan flaminggo. Kalau yang kurang cocok itu seperti warna yang tidak ditemukan di alam seperti ungu,” tuturnya.

Mutiah menambahkan ciri lain dalam konsep ini di antaranya nuansa coklat yang berasal dari dedaunan atau ilalang kering, rotan, kayu jati, pasir, pepohonan khas daerah tropis seperti pohon kelapa dan palem.

Ia melihat konsep ini banyak digemari bagi warga Kota Bogor karena letak geografis kota ini jauh dari pantai. Kehadiran kafe yang menawarkan nuansa pantai tentu jadi daya tarik baru, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke pantai untuk menikmati itu.

Walaupun ia mengakui bangunan dengan konsep ini akan memerlukan ongkos perawatan yang tidak murah. Sebab cuaca Kota Bogor yang cenderung lebih dominan hujan akan membuat bahan bangunan organik menjadi cepat rusak.

Baca Juga : Bima Arya Ajak Pengurus PAN City Tour, Susuri Tempat Bersejarah

“Mungkin bisa dicoating atau pelapisan khusus. Tapi memang bahan organik tidak memiliki umur panjang seperti halnya bahan pabrikan. Apalagi di Bogor yang sering hujan. Mungkin di Lombok atau Bali bisa bertahan 5 tahun, tapi di Bogor bisa hanya 3 tahun saja. Jadi perlu diganti lebih sering,” paparnya.

Maka dari itu menurutnya perlu ada penyesuaian desain dalam bangunan bertema tropical di Bogor. Misalnya dengan membuat atap yang lebih lebar, saluran air yang dirancang khusus, ataupun penyediaan payung payung sehingga dapat mencegah gangguan panas terik atau rintikan hujan. (cr1)

Repoter : Reka Faturachman
Editor : Yosep

Berita Lainnya