logo radar

Tim PKM UNB Ajak Pengelola Sampah Mengenal Budidaya Maggot di DLH

UNB
Para pengelola sampah diajak mengenal budidaya maggot yang dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Upaya pengelolaan sampah di TPS Kukupu terus dilakukan untuk mencapai tujuan yaitu terbentuknya TPS3R Kukupu.

Baca Juga : KKNT Mahasiswa UNB, Recycle Sampah Plastik Jadi Karya Seni 

Oleh karena itu pengetahuan dan keterampilan para pengelola sampah yang tergabung dalam paguyuban pembuangan sampah rumah tangga terus ditingkatkan salah satunya dengan mengenalkan budidaya maggot.

Beberapa waktu lalu, para pengelola sampah diajak mengenal budidaya maggot yang dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor.

Budi sebagai narasumber dari DLH menyampaikan bahwa Maggot merupakan larva serangga Black Soldier Fly (BSF) yang memiliki kemampuan mengurai sampah organik 1-3 kali dari bobot tubuhnya selama 24 jam, bahkan bisa sampai 5 kali bobot tubuhnya.

Maggot yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pakan ikan, lele dan ternak. Kepompong maggot dimanfaatkan sebagai pupuk sehingga tak menimbulkan sampah baru.

Menurut Karmanah, potensi sampah organik (seperti sisa makanan, sayuran, makanan junk food maupun buah-buahan) yang dapat digunakan sebagai pakan maggot dari TPS Kukupu sangat besar, mengingat sampah yang masuk semula hanya dari RW 08, namun sekarang berasal dari tiga RW yaitu RW 06, 07 dan 08.

Oleh karena itu upaya memanfaatkan sampah organik ini perlu dimaksimalkan. Lebih lanjut disampaikan bahwa, adanya potensi sampah organik rumah tangga di TPS Kukupu dan dukungan program pengabdian dari Kemendikbud-Ristek Dikti memberikan peluang untuk mewujudkan usaha budidaya maggot di TPS Kukupu, yang nantinya diharapkan dapat menambah penghasilan bagi para pengelola sampah rumah tangga ini. (*/adv)

Editor : Yosep

Berita Lainnya