logo radar

Keren, Pemilihan OSIS SMP Al-Azhar Syifa Budi Mirip Pemilu Beneran

SMP Al-Azhar Syifa Budi
Suasana pemilihan OSIS di SMP Al-Azhar Syifa Budi Cibinong.

CIBINONG-RADAR BOGOR, Ada yang unik dalam pemilihan OSIS di SMP Al-Azhar Syifa Budi Cibinong. Dari proses awal, hingga pemilihan, semuanya dibuat mirip dengan proses demokrasi dan pemilu di Indonesia.

Mulai dari proses seleksi bakal calon ketua dan wakil ketua OSIS dilakukan tes fit dan propper test oleh dewan pembina OSIS.

Dari hasil seleksi tersebut, ditetapkan bakal calon ketua osis, yang sebelumnya diawali dengan proses pembentukan partai.

Sehingga didalamnya terjadi lobi-lobi politik. Ketua partai dari siswa dan pembina partai dari unsur guru, nama-nama partai diambilkan dari nama pahlawan nasional.  

Di mana, 6 partai mengusung 3 pasang calon ketua dan wakil osis.

Baca Juga : New Way of Learning, BRI Implementasikan Proses Pendidikan Best Practice Internasional

Kepala SMP Al-Azhar Syifa Budi Cibinong, H.Ihwan Mudhofir, M.Pd mengatakan, sebagai sekolah penggerak, kegiatan ini merupakan implementasi dari kurikulum merdeka pembelajaran, yang berbasis project dengan tema suara demokrasi.

“Di mana,  murid diberikan ruang untuk berkolaborasi dalam rangka penguatan profil pelajar pancasila, pemilihan ketua OSIS ini benar-benar dibuat seperti proses demokrasi di Indonesia pada umumnya, dengan maksud supaya mereka kelak tebiasa dan mampu berperan aktif dengan sistem pemilu, yang berlaku di negara kita saat ini,” ungkapnya kepada Radar Bogor.

Ihwan menjelaskan, proses pemilihan diawali dengan, tiap kelas mengusung perwakilan siswa/i yang bersedia mencalonkan menjadi ketua OSIS di pemilihan tersebut.

Selanjutnya, kata dia, anak-anak lain ditugaskan untuk membentuk partai yang terdiri dari 6 partai pengusung.

Mereka memberi nama, yaitu Partai Diponegoro, Partai Djuanda, Partai Soleh Iskandar, Partai Imam Bonjol, Partai Sudirman, dan Partai Ahmad Yani.

Kemudian, lanjut Ihwan, ditentukanlah susunan panitia yang terdiri dari Ketua KPPS, bawaslu, ketua MK, saksi, pendaftaran hingga keamanan yang seluruhnya melibatkan siswa kelas 8.

Bahkan, KPU bekerja sama dengan ekstrakurikuler jurnalisitik sekolah, merilis Lembaga survey dan versi hitung cepat (quick count) dari unsur siswa.

Setelah tersaring menjadi 6 kandidat,.dari hasil tes, masing-masing partai memilih kandidat dan koalisi. Lalu proses selanjutnya, yaitu kampanye.

Rayyan, sebagai Ketua KPU mengungkapkan, ada kampanye online melalui sosial media dan ada pula kampanye offline yang dilaksanakan mulai 29 Agustus hingga 9 September.

Selain dilaksanakan kampanye, pada (26/08/22) para siswa kelas 8 juga mendapatkan arahan dan edukasi, mengenai teknis pelaksanaan pemilu di masyarakat oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor, yaitu Irvan Firmansyah S.

Puncaknya, prosesi pemilihan Ketua OSIS dilaksanakan, Jumat kemarin (16/9/2022), pun dilakukan sesuai dengan pemilu di masyarakat.

Ada tenda, petugas di TPU, dan bilik suara. Anak, guru, warga sekolah hingga perwakilan orang tua murid ikut meramaikan pemilihan ini.

Acara pemilihan dimulai dengan Pelaksana harian Yayasan Syifa Budi Cibinong, Dr. H. Edy Junaedi, S.M.Pd dan Kepala Sekolah H. Ihwan Mudhofir, M.Pd.I. Kemudian dilanjutkan jajaran komite, dewan guru dan staf sekolah, serta seluruh siswa SMP Al-Azhar Syifa Budi Cibinong.  

Baca Juga : SBI Berikan 451 Beasiswa, Tingkatkan Pengembangan Pendidikan Sekitar Pabrik Narogong

Saat perhitungan suara dilakukan pun, perwakilan partai menjadi saksi dan berani melakukan protes kepada petugas TPS, jika terdapat kejanggalan surat suara tidak sah.

Dalam panjangnya proses demokrasi ini, terpilihlah Bintang Alif dan Aluna sebagai pemenang, dengan perolehan suara 69,6 persen dari total 98 persen suara sah.

Ihwan berharap, proses ini dapat menumbuhkan karakter menghargai perbedaan pendapat, bergotong royong dan berfikir kritis.

“Ini poin penting yang ingin sekolah ajarkan,” tutupnya. (*/ran)

Editor : Yosep

Berita Lainnya