Seminggu Pasca Longsor, Jembatan Satu Cilebut Belum Mendapat Penanganan Serius

Jembatan Satu Sukaresmi masih ditutup untuk mobil dan terancam putus. (Sofyansyah/ RADAR BOGOR)

BOGOR-RADAR BOGOR, Pasca diterjang bencana tanah longsor pada Minggu (11/9) lalu, Jembatan Satu, Sukaresmi belum mendapatkan penanganan serius.

Longsor yang terjadi di Jalan Haji Ahmad Yunus itu memakan setengah badan jalan sehingga membuat kendaraan roda 4 tidak bisa melintasi area tersebut.

Baca Juga: Bogor Kembali Dikepung Bencana! Tamansari Longsor, Ciomas Banjir

Kendaraan roda 2 yang akan melintas pun harus bergantian sebab khawatir dengan adanya longsor susulan.

Lurah Sukaresmi, Nandang mengutarakan dirinya sudah berkoordinasi dengan Camat Tanah Sareal dan bersurat kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengenai kejadian tersebut.

Dirinya juga mengatakan peninjauan juga sudah dilakukan berbagai pihak pada Senin (12/9) lalu. “Tapi ternyata penanganan jalan ini menjadi tanggung jawab Provinsi,” sambung Nandang.

Hingga kini, ia mengaku belum ada kejelasan untuk penanganan dampak bencana pada jalan tersebut. Padahal, jalan itu menjadi jalur utama yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

“Sekarang mereka jadi kesulitan, banyak siswa yang bersekolah lewat situ. Masyarakat mengeluh dan bertanya terkait penangannya. Pengguna mobil terpaksa lewat jalan yang lebih jauh dan memutar,” terangnya.

Ia berharap kepada pemerintah khususnya Provinsi Jawa Barat untuk segera melakukan penanganan dan perbaikan jalan di area tersebut. Sebab, dirinya khawatir ada longsor susulan dengan kondisi tingginya curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini.

Baca Juga: Longsor di Cimahpar Akibatkan Jembatan Terputus, Warga Kesulitan Akses Jalan

Menyikapi hal itu, Nandang mengatakan, pihaknya terus memantau lokasi pada saat hujan mengguyur kawasan ini.

“Semoga cepat dikerjakan, supaya aktivitas warga juga bisa kembali seperti semula dan tidak terganggu lagi,” tandasnya. (cr1)

Berita Lainnya