logo radar

Petugas Sekolah Gelapkan Uang PIP, Dipakai untuk Pengobatan Keluarga

Orang tua murid menunjukkan bukti dugaan penyelewengan dana PIP di Kota Bogor. (Dede Supriadi/ RADAR BOGOR)

BOGOR-RADAR BOGOR, Sejumlah dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Rancamaya 2 diselewengkan salah seorang pegawai sekolahnya. Kini, pegawai itu telah dinonaktifkan dan dituntut mengembalikan uang yang telah diselewengkannya selama dua tahun.

Baca Juga: Waduh, Oknum Pegawai Sekolah di Kota Bogor Diduga Selewengkan Dana PIP Puluhan Juta

Salah seorang wali murid di SDN Rancamaya 2, Umar (50) mengungkapkan, oknum pegawai sekolah itu melakukan penyelewengan uang sekira Rp99 juta. Lantaran penerima PIP mencapai angka 110 orang dengan nominal Rp450 ribu per tahun.

Umar menjelaskan, berdasarkan hasil pengakuan oknum pegawai sekolah yang disampaikan langsung ke para wali murid, pelaku mengaku menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadi.

“Digunakan secara pribadi sama oknum pegawai itu. Katanya dipakai buat biaya ibunya yang sakit,” kata Umar.

Akan tetapi, ia heran dengan alasan itu. Pasalnya, orang tua pelaku disebutkan mengalami sakit pada tahun 2021. Sementara, pemotongan dana PIP itu sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2020.

“(Sakitnya) pas tahun 2021 kan. Terus kenapa diambil dari tahun 2020 juga?” cecarnya.

Atas dasar itu, ia bersama wali murid lainnya tetap bersikukuh meminta agar uang bantuan pendidikan yang sudah diambil untuk segera dikembalikan. Hal itu juga esuai dengan yang sudah disepakati wali murid dan sekolah bersama pelaku yang didatangkan langsung pada pertemuan, Senin (19/9) lalu.

“Kita minta dikembalikan dan dia (RH) janji mau bayar selambat-lambatnya Desember akhir. Kalaupun ada rezeki dua atau tiga hari besok mau langsung di bayar,” ucapnya.

Baca Juga: Diduga Korupsi Dana BOS, Kepala Sekolah Di Gunung Putri Ditahan Kejari

Jika tidak demikian, para orang tua murid bakal meneruskan kasus itu ke ranah hukum. Apalagi kesepakatan itu telah dituangkan melalui surat bertanda tangan dan cap materai. (ded)

Berita Lainnya