logo radar

Kepala SMAN 1 Dramaga: Tak Ada Pelecehan Terhadap Siswa di Sekolah Kami

Ilustrasi pelecehan oleh oknum guru
Ilustrasi pelecehan oleh oknum guru.

BOGOR-RADAR BOGOR, Dugaan perbuatan tidak menyenangkan oleh oknum guru perempuan pada sejumlah siswi telah ditindaklanjuti pihak SMAN 1 Dramaga. Seperti diberitakan sebelumnya, guru perempuan di SMA Negeri Dramaga meminta bukti (sedang menstruasi) pada siswi yang tak ikut kegiatan Salat Duha di sekolah.

Baca Juga: Soal Pelecehan Seksual terhadap Istri Ferdy Sambo, Bareskrim Sebut Ada Rekayasa

Kepala SMA Negeri Dramaga, Bambang Supriyadi, membenarkan adanya program salat Duha di sekolah sebagai pembiasaan kepada para anak didik untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Pekan lalu, jumlah peserta diakuinya semakin sedikit dengan alasan para siswi sedang berhalangan (menstruasi). “Ada tiga siswi yang dimintai keterangan. Yang memeriksa juga temannya sesama perempuan. Bahkan gurunya pun perempuan. Bukan juga memperlihatkan celana dalam,” ungkap Bambang, seraya menegaskan tak ada pelecehan terhadap para siswi yang izin tak mengikuti Salat Duha tersebut.

Ia mengakui, sempat ada orang tua yang memprotes pemeriksaan itu melalui sambungan telepon. Kemudian pada Senin (19/9) ada dua orang tua siswi datang ke sekolah dan memintai penjelasan terkait persoalan tersebut.

Baca Juga:Siswi Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Guru di Dramaga, Begini Kronologinya

Bambang mengaku pihak sekolah telah memberi penjelasan. “Sudah saling memaafkan, bahkan para siswi dan guru perempuan yang bersangkutan sudah berpelukan dan menganggap permasalahan sudah selesai,” kata Bambang.
Ia menambahkan, persoalan ini baru pertama kali terjadi dan bukan bagian dari aturan sekolah. Karenanya ia memberi peringatan dan pembinaan kepada guru yang bersangkutan. “Saya sudah melakukan pembinaan kepada guru tersebut agar masalah tak terulang,” paparnya.(abi)

Editor: Pipin

Berita Lainnya