logo radar

Kelompok Cipayung Plus Unjuk Rasa, Mahasiswa Kukuh Tolak Kenaikan Harga BBM

Mahasiswa dari Kelompok Cipayung Plus berunjuk rasa di depan Istana Bogor. (Sofyansyah/ RADAR BOGOR)

BOGOR-RADAR BOGOR, Gelombang unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM terus berlanjut di Kota Bogor. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Bogor Raya berunjuk rasa di depan Istana Bogor, Selasa (20/9).

Berbeda dengan aksi-aksi mahasiswa sebelumnya, aksi tersebut hanya dihadiri para ketua dan petinggi organisasi kemahasiswaan yang ada di Bogor Raya.

Baca Juga: Puluhan Buruh Unjuk Rasa di DPRD Kota Bogor, Sampaikan Tiga Tuntutan

Mulai dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Selanjutnya, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Ketua Cabang PMII Kota Bogor Fahreza Berliansyah mengatakan aksi unjuk rasa yang dilakukan Kelompok Cipayung Plus Bogor Raya merupakan bentuk protes terhadap pemerintah yang sudah menaikan harga BBM.

“Ini merupakan bentuk protes kami terhadap kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM di tengah kondisi sulit yang sedang dialami masyarakat,” terangnya, Selasa (20/9).

Ada empat tuntutan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Kelompok Cipayung Plus Bogor Raya.

Tuntutan pertama, dilanjutkan Fahreza kembalikan Undang-Undang Migas dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 menjadi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1971.

Baca Juga: Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM Berlangsung Ricuh

Kedua, menolak kenaikan harga BBM. Ketiga, mahasiwa juga mendesak Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor untuk ikut menandatangani pernyataan sikap penolakan kenaikan harga BBM.

“Kemudian (keempat), tunda proyek strategis nasional yang tidak terlalu berdampak langsung kepada masyarakat, dah mengalihkannya ke subsidi BBM,” tutupnya.(ded)

Berita Lainnya