Jelang Akhir Kepemimpinan Bima Arya, Ini Proyek Strategis yang Akan Diselesaikan Tahun 2023

Salah satu proyek strategis yang digarap pemkot Bogor, GOR di Kecamatan Bogor Utara.

BOGOR-RADAR BOGOR, Jelang berakhirnya masa kepemimpinan Bima Arya sebagai Walikota Bogor, Pemkot Bogor berencana menyelesaikan sejumlah proyek strategis pada tahun 2023 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah menuturkan angggaran di tahun 2023 akan diprioritaskan untuk infrastruktur. Hal ini dilakukan untuk menuntaskan janji-janji Walikota dan Wakil Walikota sehingga dapat lebih dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga: Pembangunan RSUD Sempat Deviasi, Dedie Rachim : Harus Tepat Waktu, Masyarakat Menunggu!

“Di tahun 2022 kita masih ada anggaran yang bersifat pembebasan lahan yang membutuhkan anggaran besar. Tahun depan anggaran untuk oembebasan lahan kita tahan dulu dan fokus ke infrastruktur,” ucapnya.

Infrastruktur yang dibangun yakni pertama merehabilitasi bangunan Sekolah Dasar. Sebanyak 43 SD di Kota Bogor menjadi sasaran proyek rehabilitasi.

Selain SD Pemkot Bogor juga akan melakukan perbaikan pada bangunan-bangunan puskesmas. Terdapat 3 puskesmas yang akan diperbaiki karena dinilai memiliki sarana yang kurang sehingga membuat kinerjanya menurun.

“Dari hasil evaluasi ditemukan turunnya kinerja puskesmas karena sarananya yang tidak bagus. Itu coba kita bangun nanti,” ucap Syarifah.

Anggaran 2023 juga ditujukannya untuk pembebasan lahan bagi kantor-kantor kelurahan yang saat ini masih menyewa.

Pemkot Bogor juga akan berupaya memperbaiki pedestrian dan kinerja kawasan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah. Syarifah melihat kawasan tersebut butuh perhatian karena sudah tua dan tidak nyaman.

Proyek strategis lain yang menjadi prioritas Pemkot Bogor di antaranya penyelesaian Gedung Olahraga (GOR) Kecamatan, konstruksi Jalan R3, serta penataan transportasi umum.

“Ke depan angkot akan semakin berkurang dan diganti dengan BisKita khususnya di dalam kota. Paling tidak, penataan di dalam kota sudah dilakukan supaya tidak terlalu sesak. Ini juga dilakukan sebagai persiapan hadirnya transportasi trem di Kota Bogor,” terang Syarifah.

Baca Juga: Pembangunan Masjid Agung Berlanjut, Optimistis Desember 2022 Bisa Dipakai Beribadah

Selain untuk penataan kota yang lebih lengang, kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya pemerintah menjaga lingkungan yakni dengan mengurangi kadar karbon monoksida yang menyebabkan polusi udara.

“Kita dorong membangun transportasi yang ramah lingkungan dan ramah penumpang. Ini dilakukan secara bertahap. Saat ini kita masih mengurangi kendaraan yang lama dengan rasio 3:1,” tandasnya. (cr1)

Berita Lainnya