Tinjau Lokasi Bencana Bojongkoneng, Plt Bupati Relokasi 10 KK Korban Pergeseran Tanah ke Zona Aman

Plt Bupati saat meninjau korban pergeseran tanah di Bojongkoneng, Babakan Madang sekaligus menyerahkan bantuan.

BOGOR–RADAR BOGOR, Untuk sementara, Pemkab Bogor melalui Plt Bupati menegaskan siap relokasi 10 Kepala Keluarga (KK) korban pergeseran tanah di Desa Bojongkoneng, Babakan Madang.

Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan juga menuturkan, relokasi 10 KK korban pergeseran tanah ini sebelumnya akan diberikan biaya sewa untuk tinggal di kontrakan ataupun di rumah sanak saudaranya.

Baca Juga: 151 Anak Jadi Korban Bencana Pergeseran Tanah Bojong Koneng, Petugas Berikan Trauma Healing

“Jangka pendeknya kita sudah mengalokasikan anggaran untuk sewa penduduk yang terdampak untuk direlokasi di sekitar sini, dan kedua bantuan makan yang terdampak, selama beberapa hari ini, kami siap dicover dari Dinsos dan dari BPBD,” ucap Iwan Setiawan saat meninjau lokasi bencana pada Senin, 19 September 2022.

Selain itu, kata Iwan, untuk mobilitas warga yang bersifat darurat, pihaknya bakal menerjunkan alat-alat semi berat untuk melakukan perataan dan membuat jalan sementara agar dapat dilalui kendaraan.

Untuk jangka panjang, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Badan Geologi Kementerian ESDM apakah status tanah di tempat tersebut layak untuk kembali ditempati.

“Jangan sampai terjadi kembali dan masyarakat masih di sini, pemberitahuan atau yang lainnya kita tidak menyampaikan. Karena jalur ini, dengan Sukamakmur, Hambalang masih satu hamparan karena kalau sudah begini, kita untuk penduduk ada relokasi,” kata Iwan.

Baca Juga: Ahli Geolog Ungkap Penyebab Pergeseran Tanah di Bojong Koneng

Dalam tinjauannya, Iwan meminta data jumlah penduduk yang harus direlokasi dari kepala desa dan camat. Dengan catatan, relokasi 10 KK korban pergeseran tanah tidak boleh di tempat yang berstatus zona merah.

“Kami juga minta masyarakat jangan sampai keinginannya harus dekat keluarga, harus di dekat tempat wisata, nanti ketika terjadi lagi, kan kita kerja dua kali, makanya saya ingin kajian ini lebih maksimal dan dari dinas, mitigasi dan geologi, supaya pas kita relokasi tidak pindah-pindah lagi dan aman,” tandas Iwan.(cok)

Editor: Pipin

Berita Lainnya