Awas, Tubuh Mudah Merasa Lelah Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung

dr Markz Roland Mulia Pargomgom Sinurat

BOGOR-RADAR BOGOR, Sebagian orang ketika merasakan lelah usai melakukan aktivitas kerap dianggap kondisi yang wajar. Padahal, lelah bisa menjadi salah satu faktor seseorang mengidap atau terkena penyakit jantung.

Hal itu seperti diungkapkan dr Markz Roland Mulia Pargomgom Sinurat, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Eka Hospital Cibubur. Menurutnya, hingga saat ini serangan jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia.

Banyak pasien yang mengeluhkan gejala awal yang ditimbulkan kerap kali dianggap remeh lantaran mirip dengan gejala penyakit ringan.

Dalam beberapa kasus yang kerap ditanganinya, biasanya seseorang ketika mengalami gejala penyakit jantung akan merasakan nyeri atau ketidaknyamanan pada dada yang menjalar ke leher, rahang, bahu, dan tangan sisi kiri, punggung hingga perut sisi kiri.

Bahkan, ada juga yang merasakan rasa dingin pada tungkai atau kaki bagian bawah.

Baca juga: Urus Jalan Rusak, Kades Leuwiliang Bakal Kumpulkan Pengelola Pasar dan UPT

Kemudian, terasa kram yang menyakitkan pada salah satu atau kedua otot pinggul, paha dan betis. Selain itu, gejala yang timbul juga yakni pertumbuhan kuku kaki yang lambat dan disfungsi ereksi pada pria.

“Ada juga yang ngeluhin cuma gampang capek saja, karena banyak kegiatan aktivitas. Kaya naik turun tangga langsung capek, dan itu jangan dianggap remeh, bahwa (mudah lelah) itu bukan penyakit orang tua, bisa jadi gejala penyakit jantung,” kata dr Markz kepada wartawan, Jumat (16/9).

Untuk itu, dr Markz menyarankan kepada semua orang rutin melakukan Medical Check Up (MCU) setiap tahun sekali. Apalagi, jika seseorang ini memiliki gejala resiko seperti riwayat keluarga dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, memiliki kadar asam amino yang disebut homosistein, bertambahnya usia terutama setelah 65 tahun ke atas dan obesitas.

“Sebenarnya di atas usia 40 tahun kita sudah wajib MCU, apalagi dengan pasien-pasien yang punya gejala resiko, karena ini bukan lagi penyakit usia tua,” ucapnya.

Selain itu , dilanjutkan dr Markz beberapa pasien penyakit jantung yang ditanganinya dalam tiga bulan terakhir terdapat tiga orang yang usianya di bawah 30 tahun. Sehingga, penyakit ini bukan lagi merupakan penyakit yang dialami orang tua.

Atas dasar itu, dr Markz meyakini bahwa dengan rutin melakukan MCU, seseorang akan mengetahui apakah dirinya terkena penyakit jantung, seperti terjadi penyumbatan di pembuluh darah atau tidak.

Baca juga: Meluas, Korban Terdampak Pergeseran Tanah di Bojong Koneng Jadi 275 Rumah

“Kenapa tidak untuk investasi bagi tubuh lebih baik. Dan ada juga MCU yang ditanggung BPJS. MCU ini penting dan kita bisa nemuin bibit-bibitnya (gejala penyakit jantung untuk segera diantisipasi),” ungkapnya.

Ditambahkan dr Markz, gejala penyakit jantung ini juga bisa diantisipasi sejak dini. Seperti, menjaga terkena hipertensi, kolesterol dan diabetes dengan menjaga pola makan yang cukup.

Lalu, istirahat yang cukup, menjaga berat badan agar tidak obesitas, menjauhi dan mengindari rokok atau vape serta menghindari stress.

“Belum tentu turunan bisa terkena juga. Selama kita tidak bakar atau pancing, gak akan keluar dianya (penyakit jantung). Prinsipnya kita beresiko, tapi resiko itu bisa tidak terjadi karena bisa diubah,” tutupnya.(ded)

Editor: Rany

Berita Lainnya