logo radar

Yane Ardian Berbagi Cerita Jadi Istri Wali Kota Bogor

Yane Ardian
Yane Ardian saat menjadi pembicara seminar 'Kenali Watak Agar Jiwa Tenang' di Padjajaran Suites BNR, Kota Bogor, Senin (12/9/2022).

BOGOR-RADAR BOGOR, Ketua TP PKK Kota Bogor, Yane Ardian berbagi cerita dan pengalamannya turun menemui warga sejak suaminya, Bima Arya dilantik menjadi Wali Kota Bogor tahun 2014 silam.

Baca Juga : Bima Arya Resmikan Butterfields, Destinasi Kuliner Khas Bogor

Menurutnya menjadi istri kepala daerah secara otomatis dirinya menjabat sebagai Ketua TP PKK. Hampir setiap hari dirinya terjun ke wilayah menemui dan memberikan pembinaan kepada masyarakat tentang kesehatan, peningkatan ekonomi keluarga dan sebagainya. Saat turun, Yane dibantu para kader dan tenaga kesehatan. Berbagai fenomena sosial yang terjadi di masyarakat ditemukan.

Salah satunya pada awal menjadi Ketua TP PKK Kota Bogor, angka tingkat perceraian yang tinggi dan  70 persen yang menggugat adalah istri. Menghadapi fenomena tersebut, Yane Ardian mencoba mencari tahu penyebab dan apa yang harus dilakukan untuk menemukan solusinya.

“Menjadi istri kepala daerah saya harus menguasai banyak hal yang  dan secara tidak langsung menjadi ‘jubir’ atau perpanjangan suara kepala daerah kepada masyarakat,” kata Yane Ardian saat menjadi pembicara seminar ‘Kenali Watak Agar Jiwa Tenang’ di Padjajaran Suites BNR, Kota Bogor, Senin (12/9/2022).

Yane bercerita pada tahun 2015, pertama kali dirinya mengenal dr. Aisah Dahlan saat mengikuti majelis taklim di wilayah Sentul, dimana materi yang disampaikan adalah tentang pemahaman Watak. Dengan memahami watak, baik istri atau suami, orang tua, anak maupun masyarakat maka akan saling mengerti.

“Saat materi disampaikan, saya catat dan saya rekam semuanya. Kemudian saya sampaikan ke anak pertama saya untuk latihan sebelum disampaikan ke ibu-ibu. Dan kelas 1 SMP anak saya mulai berani menularkan ilmu itu ke teman-temannya dan kelas 2 dia jadi konselor bagi teman-temannya. Ilmu memahami watak sangat bermanfaat dan saya terapkan dalam keluarga saya dan di tahun yang sama saya mengajak pengurus PKK Kota Bogor untuk berbuat sesuatu, bukan hanya pembinaan ke wilayah, tetapi sesuatu yang saat ini kita kenal dengan Sekolah Ibu. Dimana salah satu modulnya adalah tentang memahami watak manusia,” paparnya.

Sejak pertama diselenggarakan hingga saat ini, para ibu alumni Sekolah Ibu yang sudah terpapar materi memahami watak sebanyak 8 ribu orang.

Baca Juga : Bima Arya Temui Anindya Bakrie, Bahas Peluang Kerjasama Transportasi Ramah Lingkungan

“Pembangunan fisik, ada uang ada barang. Berbeda dengan pembangunan karakter, ada uang belum tentu karakter terbangun, selain itu memerlukan tahapan demi tahapan,” ujarnya.

Karena itu menurut Yane Ardian, kegiatan-kegiatan seperti seminar ini harus sering diadakan untuk mempersiapkan, mendukung dan menyongsong Indonesia Emas 2045 atau satu abad Indonesia. “Pada dasarnya sumber daya manusia itu lebih utama dari apapun,” jelasnya. (*/adv)

Editor : Yosep

Berita Lainnya