Catat! 15 Sekolah Kedinasan yang Bikin Kamu Auto Jadi PNS

Ilustrasi sekolah kedinasan

BOGOR-RADAR BOGORSekolah kedinasan saat ini dapat menjadi pilihan setelah lulus SMA, SMK, dan sederajat.

Adapun sekolah kedinasan terdiri dari beberapa bidang seperti statistika, pemerintahan, hingga transportasi.

Baca juga: Dituduh sebagai Hacker Bjorka, Said Fikriansyah Curhat Begini..

Dilansir dari laman Ruangguru, Sekolah Tinggi Kedinasan merupakan perguruan tinggi yang berada langsung di bawah kementerian atau lembaga pemerintahan.

Pada umumnya, peserta yang lolos seleksi langsung menjalani ikatan dinas.

Artinya, setelah lulus dari sekolah kedinasan, bisa langsung bekerja dan menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Baca juga: KPU Umumkan Hasil Verifikasi 24 Parpol Peserta Pemilu 2024

Berikut Daftar 15 Sekolah Kedinasan di Bawah Pemerintahan:

1. PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara STAN)

PKN STAN berdiri di bawah Kementerian Keuangan yang menyelenggarakan Program Studi Diploma di Bidang Keuangan Negara.

STAN memiliki 4 jurusan yaitu:  Jurusan Akuntansi: D-III Akuntansi dan D-IV Akuntansi  Jurusan Pajak: D-III Pajak, D-III PBB/Penilai, dan Diploma I Pajak  Jurusan Kepabeanan dan Cukai: D-III Kepabeanan dan Cukai, D-I Kepabeanan dan Cukai  Jurusan Manajemen Keuangan: D-III Kebendaharaan Negara, D-III Manajemen Aset, dan D-I Kebendaharaan Negara

2. IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri)

IPDN berdiri di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri. IPDN mempunyai kampus di beberapa daerah di Indonesia, antara lain yaitu Jakarta, Sumbar, Sulsel, Sulut, NTB, Papua, Kalbar dan Riau.

IPDN memiliki dua fakultas yang disediakan, yaitu: Fakultas Politik Pemerintahan: Program Studi Kebijakan Pemerintahan dan Program Studi Politik Pemerintahan.

Fakultas Manajemen Pemerintahan: Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia, Program Studi Manajemen Keuangan, Program Studi Manajemen Pembangunan, Program Studi Manajemen Pemerintahan, dan Program Studi Kebijakan Pemerintahan.

3. STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara)

STSN berdiri di bawah naungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan merupakan satu-satunya pendidikan tinggi persandian di Indonesia.

Sekolah ini melahirkan siswa untuk menguatkan keamanan data atau informasi rahasia negara.

Sekolah ini memiliki dua program studi yaitu: D-IV Manajemen Persandian  D-IV Teknik Persandian (Program Studi Teknik Kripto dan Program Studi Teknik Rancang Bangun Peralatan Sandi).

4. Poltekip (Politeknik Pemasyarakatan)

Poltekip berdiri di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM Poltekip membuka tiga program yakni: Teknik Pemasyarakatan Manajemen Pemasyarakatan Bimbingan Pemasyarakatan.

5. Poltekim (Politeknik Imigrasi)

Polrekim berdiri di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM Poltekim terbagi menjadi tiga program studi, yaitu Hukum Keimigrasian Administrasi Keimigrasian Manajemen Teknologi Keimigrasian.

6. STIN (Sekolah Tinggi Intelijen Negara)

STIN berdiri di bawah naungan Badan Intelijen Negara. Tujuan dibentuknya STIN adalah menyelenggarakan pendidikan akademik di bidang intelijen dan dapat menyelenggarakan pendidikan profesi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

STIN membuka program S1 dengan dua jurusan yaitu Agen Intelijen Analisis Intelijen.

7. Politeknik Statistika STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik)

STIS berdiri di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS). Poltekim terbagi menjadi tiga program studi, yaitu: Program Studi Diploma III Statistika Program Studi Diploma IV Statistika  Program Studi Diploma IV Komputasi Statistik.

8. STMKG (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)

STMKG berada di bawah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sekolah ini bertujuan menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan berwawasan global di bidang meteorologi, klimatologi, geofisika serta instrumentasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

STMKG memiliki empat program studi Diploma IV yaitu:  Meteorologi  Klimatologi  Geofisika  Instrumentasi.

9. Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)

Poltek SSN diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Di sekolah kedinasan ini Anda akan diajari materi di bidang persandian dan keamanan informasi.

10. Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug

PPI merupakan sekolah kedinasan di bidang penerbangan. Jika masuk ke PPI Anda akan dilatih oleh tenaga profesional untuk menjadi sumber daya manusia yang ahli dan terampil di bidang penerbangan, serta diakui secara nasional maupun internasional.

PPI Curug memiliki 4 jurusan, yaitu:  Penerbangan  Teknik Penerbangan  Keselamatan Penerbangan  Manajemen Penerbangan.

11. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP)

STIP berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan. Di perguruan tinggi ini, siswa akan banyak belajar tentang transportasi laut, seperti Nautika, Teknika, dan Ketatalaksanaan Angkatan Laut dan Kepelabuhan (KALK).

12. Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI)

PTDI berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan. Siswa bisa belajar tentang berbagai macam transportasi darat, menajemen transportasi jalan, hingga manajemen transportasi perkeretaapian di PTDI.

13. Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI)

PPI berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan. Perguruan tinggi ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang ahli di bidang perkeretaapian, baik itu merawat, menguji, menginspeksi, hingga mengudit.

PPI memiliki empat jurusan dengan jenjang D3, yaitu:  Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian  Teknologi Elektro Perkeretaapian  Manajemen Transportasi Perkeretaapian  Teknologi Mekanika Perkeretaapian.

14. Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ)

PKTJ berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan.  Ada tiga program studi yang bisa kamu pilih saat masuk ke PKTJ, yaitu:  DIV Rekayasa Sistem Transportasi Jalan  DIV Teknologi Rekayasa Otomotif  DIII Teknologi Otomotif.

15. Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP)

ATKP berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan. AKTP memiliki tugas utama untuk melaksanakan pendidikan profesional program diploma di bidang keahlian teknik dan keselamatan penerbangan.  ATKP ada di tiga daerah di Indonesia, yaitu Surabaya, Makassar, dan Medan.

Di sini, siswa akan belajar tentang teknis di bandara, navigasi udara, teknik perawatan pesawat, penanganan bagasi, serta teknis keselamatan dalam penerbangan. (*)

Editor: Rany

Berita Lainnya