logo radar

Bertolak ke Rusia, Jokowi Ogah Jaga Jarak dengan Putin

Presiden Joko Widodo menceritakan pengalaman bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Ia mengaku ogah bertemu jika saat itu diharuskan menjaga jarak 5 meter. (AP/Mikhail Klimentyev)

RUSIA-RADAR BOGORPresiden Joko Widodo menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Rusia beberapa waktu lalu.

Ia mengaku ogah bertemu jika saat itu diharuskan menjaga jarak 5 meter dari Putin.

“Kalau saya diterima saat itu dengan jarak lima meter, saya tinggal pulang. Diterima kayak gitu ada yang mau. Kalau saya ndak, ndak mau,” kata Jokowi dalam acara acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia ‘Normalisasi Kebijakan Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia’, Rabu (7/9).

Baca juga: Beredar Link Palsu Kenaikan Tarif Transaksi, Nasabah Bank Diimbau Waspada dan Terapkan Langkah Ini

Sebelum lawatan Jokowi ke Rusia itu, memang sempat heboh berita mengenai pertemuan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dengan Putin pada 4 Februari lalu.

Dalam foto, terlihat Macron dan Putin berbincang dari jarak 4 meter, terpisah meja panjang. ABC News melaporkan bahwa mereka berbincang dari jarak jauh karena Macron tak mau mengikuti tes Covid sebelum bertemu Putin.

Ketika Jokowi berkunjung, pandemi Covid-19 masih melanda. Namun pada akhirnya, Jokowi bisa duduk bersama Putin.

Tak hanya berbincang dengan Putin, Jokowi juga menemui Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dalam tur lawatannya Juli lalu.

Saat itu, Jokowi membawa misi damai. Namun, Jokowi mengakui sulit untuk mendamaikan kedua kubu.

“Kita mendorong agar terjadi dialog saja, menyiapkan ruang dialog saja sangat-sangat sulit sekali sehingga saya belokkan. Udah lah saya enggak ngomong ini. Udah saya ngomong masalah krisis pangan aja. Akhirnya agak ketemu,” kata Jokowi.

Ukraina memang dikenal sebagai pengekspor gandum besar di dunia. Saat berbincang dengan Zelensky dan Putin, Jokowi pun sempat menanyakan pasokan gandum di Rusia dan Ukraina.

“Karena Presiden Zelensky menyampaikan kebutuhan untuk ekspor kira-kira stok 22 juta ton gandum dan panen baru 55 juta ton gandum, totalnya 77 juta ton, harus keluar dari ukraina, tapi tidak bisa keluar karena masalah jaminan keamanan dari Rusia,” kata Jokowi.

Berupaya menengahi, Jokowi akhirnya menyampaikan permasalahan itu saat bertemu Putin.

“Setelah itu, mungkin dua atau tiga minggu, sudah ada satu kapal yang mulai keluar dari Odessa menuju ke Istanbul,” kata Jokowi. (*/cnn)

Editor: Rany

Berita Lainnya