Berharap Pemerintah Evaluasi Kenaikan Harga BBM, Fadli Zon : Itu Keputusan Sepihak!

BOGOR-RADAR BOGOR, Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon menyebut kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi merupakan keputusan sepihak yang diambil Pemerintah.

Hal itu ia ungkapkan menyusul aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM yang masih terjadi hingga saat ini.

Menurut Fadli Zon, sebenarnya keputusan pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi dilakukan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan teman-teman di DPR RI.

“Kebijakan ini diambil pemerintah, berbeda dengan dulu berkonsultasi (terlebih dahulu) dengan DPR, nah di dalam situasi yang sekarang ini diambil secara sepihak dan tidak dikonsultasikan dengan DPR,” kata Fadli Zon saat ditemui di Kota Bogor, Minggu (11/9).

Baca juga: Jelang Musda DPD IKM Kota Bogor, Fadli Zon Berikan Arahan Ini

Fadli Zon menjelaskan, sebenarnya sebelum ada kebijakan kenaikan harga BBM ini, sejumlah Fraksi di DPR RI menginginkan tidak adanya kenaikan BBM. Bahkan, usulan ini disepakati setengah lebih anggota DPR RI dari Fraksi yang ada.

Karena melihat aksi unjuk rasa penolakan harga BBM yang terus terjadi, politisi Gerindra itu meminta pemerintah agar bisa mengevaluasi kembali kebijakan menaikan harga BBM bersubsidi ini.

Apalagi, aksi demonstrasi dan unjukrasa penolakan kenaikan harga BBM yang jadi bagian dari tuntutan masyarakat terjadi di seluruh Indonesia hingga saat ini.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa mengevaluasi kembali (kebijakan menaikan harga BBM). Dan ini (aksi demonstrasi) bisa menjadi masukan untuk mengambil kebijakan dan intervensi yang terbaik, sehingga memudahkan kehidupan masyarakat di tengah ekonomi seperti sekarang ini,” ucap Fadli Zon.

Disinggung apakah memungkinkan pemerintah bisa menurunkan harga BBM, diakui Fadli Zon, bahwa pemerintah bisa saja mengambil langkah itu. Karena, saat ini harga minyak dunia pun sedang turun.

Atas itu, dilanjutkan Fadli Zon, jika pencabutan subsidi BBM atau apapun namanya itu terus dijalankan. Tentu, dalam situasi saat ini masyarakat yang akan mengalami keberatan.

Mengingat, kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi ini akan memicu inflasi dan kenaikan harga-harga lainnya.

“Bisa saja, kenapa tidak? Kalau mau ya bisa saja. Dan saya sampaikan apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat untuk menijau kembali, apalagi di tengah harga minyak dunia sedang turun,” imbuh Fadli Zon.

“Argumentasi salah di dalam memberikan subsidi kepada orang yang salah, saya kira itu sudah argumentasi lama, saya kira itu bukan argumentasi yang pokok atau alasan yang kuat,” sindirnya.

Untuk diketahui, gelombang aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM terus terjadi hingga saat ini. Rencananya, aksi penolakan serupa akan dilakukan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Bogor, pada Senin (11/9).(ded)

Editor: Rany