Invitasi Olahraga Tradisional, Ratusan Siswa SD Bertarung Jadi yang Terbaik

Invitasi Olahraga Tradisional
Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) Kota Bogor berkompetisi dalam event Invitasi Olahraga Tradisional yang digelar di Lapangan Luar Gedung Olahraga (GOR) Pajajaran Jumat (9/9/2022).

BOGOR-RADAR BOGOR, Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) Kota Bogor berkompetisi dalam event Invitasi Olahraga Tradisional yang digelar di Lapangan Luar Gedung Olahraga (GOR) Pajajaran Jumat (9/9/2022).

Baca Juga : Jadi Program Bima Arya, GOR Cimahpar Ditarget Selesai Desember

Para peserta dari seluruh wilayah kecamatan di Kota Bogor ini, datang mewakili kecamatannya untuk bertarung dengan kecamatan lain dalam berbagai perlombaan di Invitasi Olahraga Tradisional tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Herry Karnadi mengatakan Invitasi Olahraga Tradisional ini dilaksanakan untuk memeriahkan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2022.

Di samping itu, Pemkot Bogor juga berupaya melestarikan kembali olahraga tradisional di kalangan siswa sekolah dasar agar dapat diwariskan pada generasi mendatang.

Terdapat lima cabang olahraga tradisional yang ditandingkan. Di antaranya egrang, tarompah panjang (bakiak), dagongan, hadangan, dan sumpitan.

“Ini berjalan sangat meriah, karena setiap kecamatan mengirimkan sekira 100 atlet, jadi total ada 600-an atlet yang akan bertanding dalam satu hari ini,” ujar Herry.

Kemeriahan memang terlihat jelas pada penyelenggaraan perlombaan. Seluruh peserta nampak bersemangat dan antusias mengikuti setiap rangkaian acara pembukaan serta cabang perlombaan.

Para pendukung yang hadir turut menambah semarak berlangsungnya perlombaan ini. Teriakan dukungan dan dorongan semangat digaungkan para pendukung di setiap cabang perlombaan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor, Dody Ahdiat mengapresiasi perlombaan yang diselenggarakan. Menurutnya Invitasi Olahraga Tradisional ini sejalan dengan visi Kota Bogor yakni menjadi kota ramah keluarga.

Menurutnya perlombaan tradisional memiliki banyak manfaat bagi pertumbuhan anak usia SD. Sebab dapat mengaktifkan fisik, sensorik, dan motorik anak sehingga memberikan kesehatan bagi tubuh.

“Saya bahagia dan bangga karena kegiatan ini sangat positif. Terbukti anak anak sangat semangat. Dengan olahraga ini anak dapat berinteraksi sosial secara langsung dengan temannya, hal ini menjadi langka di era sekarang akibat adabya perkembangan gadget,” tuturnya.

Baca Juga : Harpelnas, Direksi Perumda Tirta Pakuan Layani Langsung Pelanggan

Dody mengatakan olahraga tradisional mesti terus dilestarikan dan dikembangkan. Teknologi yang berkembang saat ini dilihatnya dapat membantu perkembangan dan sosialisasi olahraga tradisional di masyarakat.

“Tekonologi tidak bisa dikesampingkan tapi justru dipakai untuk sosialisasi ke masyarakat. Oleh karena itu saya harap dari para pembina olahraga termasuk guru olahraga untuk selalu mensosialisasikan olahraga tradisional,” imbuhnya. (cr1)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep

Berita Lainnya