Tangani Pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo, Kapolri Curhat Begini

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

RADAR BOGORPembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo di rumah dinasnya Duren Tiga membuat institusi Polri kewalahan,

Bagai mana tidak, menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kasus ini membuat tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri turun drastis.

Baca juga: BNN Musnahkan 4,7 Kuintal Narkotika dari 10 Kasus Berbeda

Bahkan Kapolri mengatakan bahwa beberapa anggota Polri sempat takut untuk mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo.

“Awalnya sangat sulit, karena Ferdy Sambo menyampaikan skenario pertama kepada semua orang termasuk saya,” terang Kapolri.

Kapolri menyampaikan bahwa kasus ini terungkap setelah Bharada E mengatakan bahwa dia tidak mau di pecat dari Polri karena janji Ferdy Sambo yang tidak terpenuhi, yang salah satunya untuk melindunginya dari sanksi hukum.

“Richard mengatakan bahwa FS ingin membunuh Joshua dan meminta Richard untuk membantu,” terang Kapolri dalam salah satu wawancara di televisi swasta.

Kapolri juga mengatakan bahwa Ferdy Sambo masih tidak mau mengakui dan akhirnya setelah ditempatkan pada tempat khusus atau patsus akhirnya FS mengakui perbuatannya.

Selain Bharada E, salah satu tersangka lain yang mulai angkat bicara adalah Bripka RR yang menjelaskan peristiwa yang terjadi di Magelang.

Hal tersebut terkait dengan isu dugaan pelecehan seksual yang dilontarkan oleh Komnas HAM dalam salah satu isi rekomendasinya yang merupakan hasil investigasinya atas pembunuhan Brigadir J.

Kejadian yang melibatkan lima orang saat di Magelang diduga berkaitan erat dengan pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo di rumah dinasnya Duren Tiga.

Adapun lima orang tersbut antara lain Putri Candrawathi, Bripka RR, Kuat Maruf dan Susi serta korban Brigadir J.

Dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi kembali digengungkan oleh Komnas HAM dalam salah satu rekomendasinya kepada Polri setelah mendalami kasus pembunuhan Brigadir J.

Salah satu tersangka Bripka RR ungkap percakapan dengan Brigadir J sebelum menghadap Putri Candrawathi di rumah Magelang.

Percakapan ini diceritakan oleh kuasa hukum Bripka RR (Ricky Rizal), Erman Umar.

Menurut Erman sebelum menghadap Putri Candrawathi yang berada di kamar, Brika RR sempat berbicara dengan Brigadir J.

Dalam percakapan itu, Bripka RR menanyakan kenapa Kuat Maruf marah kepada Brigadir J.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Berigadir J mengatakan kalau dia juga tidak mengetahui dan bingung kenapa Kuat marah kepadanya.

Setelah melakukan percapakan singkat itu, Bripka RR mengajak Brigadir J untuk menemui Puteri Candrawathi yang berada di dalam dalam kamar.

“Saat menghadap ibu PC, Bripka R tidak ikut masuk, dia menunggu di depan pintu dan tidak mendengar percakapan di dalam kamar,” jelas Erman. (*)

Editor: Rany

Berita Lainnya