Konsep Industrial Banyak Diminati Kafe-kafe, Begini Penjelasannya

Rumah warga Kota Bogor yang bertemakan industrial. (Sofyansyah/ Radar Bogor)

BOGOR-RADAR BOGOR, Konsep industrial banyak dimanfaatkan untuk desain interior bangunan berbagai kafe di Kota Bogor. Tampilan ini memberikan tampilan berkesan setengah jadi atau unfinished.

Baca Juga:  Rumah Paling ‘Aesthetic’ di Kota Bogor, Cek Lokasinya

Arsitek Kota Bogor, Mutiah Abdat memaparkan konsep industrial memiliki ciri tampilan bangunan yang tidak selesai secara sempurna layaknya bangunan untuk industri.

Gaya ini identik dengan gaya interior pabrik industri pada abad ke-19. Konsep ini mulai banyak menjamur dan disukai masyarakat di Indonesia sekira tahun 2013.

“Cirinya itu materialnya tampil apa adanya. Seperti tembok dengan semennya ekspos dan tidak dicat sehingga warnanya abu-abu, kabel-kabelnya keliatan muncul di dinding, banyak pemakaian papan-papan kayu atau pipa. Bahan-bahan yang digunakan yaitu barang yang sering ditemukan di pabrik,” paparnya kepada Radar Bogor, Jumat (2/9).

Furnitur dalam konsep ini didominasi berbahan dasar besi dan kayu. Lebih spesifik ia menyebut kayu yang digunakan berjenis kayu papan atau pallet.

Dijelaskan Mutiah, konsep ini banyak diminati karena memiliki kesan rustic dan maslukin.

“Tidak semua orang suka yang rapi, bersih, feminin. Konsep industrial seperti inilah yang disukai,” ujar wanita yang juga Koordinator Subsektor Arsitektur Reka Bogor.

Meski desainnya terlihat rampung, ternyata tidak berarti konsep industrial memiliki harga yang murah dalam pembuatannya.

“Bisa saja lebih mahal. Contohnya lantai, bukan hanya karena semen ekspos saja tanpa dikeramik jadi lebih murah, padahal ada obat pengeras lagi. Karena jika tidak pakai itu akhirnya bukan bagus malah justru sebaliknya. Di balik kesederhanaan ada harga pemeliharaan yang lumayan mahal,” terang Mutiah.

Baca Juga: Kopitagram, Tempat Nongkrong Instagramable dan Kekinian di Bogor

Inspirasi dari gaya industrial memang lekat dengan gaya mentah yang terlihat di gudang, pabrik, atau struktur industri lainnya.

Hal ini ditunjukkan dengan tampilan detail arsitektur yang tampak terbuka. Detail bangunan sering menggunakan bahan batu bata, metal, atau material daur ulang lainnya. (cr1/c)

Berita Lainnya