logo radar

Cerita Awal Mula Virus Baru Langya Henipavirus Ditemukan Sejak 2018

Cerita Awal Mula Virus Baru Langya Henipavirus Ditemukan Sejak 2018

RADAR BOGORSebanyak 35 orang ditemukan tertular penyakit dari Langya Henipavirus di 2 provinsi di Tiongkok. Jumlah itu diprediksi bisa lebih banyak tetapi memang belum ditemukan saja. Ahli mengingatkan pasien yang tertular hanya sebagai fenomena puncak gunung es.

Penyakit zoonosis yang melompat dari hewan ke manusia ini diduga tertular dari tikus. Virus Langya baru yang ditemukan di Tiongkok bisa menjadi ‘puncak gunung es’ untuk patogen yang belum ditemukan.

Patogen itu tidak menyebabkan kematian, tetapi terdeteksi pada 35 pasien dengan gejala demam. Maka ahli meminta siapapun jangan meremehkan.

“Kami sangat meremehkan jumlah kasus zoonosis ini di dunia, dan ini (virus Langya) hanyalah puncak gunung es,” kata Pakar Virus Varu Leo Poon, seorang profesor di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hong Kong, Jumat (12/8).

Namun, para peneliti mengatakan tidak ada bukti bahwa virus Langya menyebar antar-manusia. Ilmuwan penyakit menular Linfa Wang membenarkan bahwa penyakit ini adalah zoonosis.

“Untuk mengurangi risiko virus yang muncul menjadi krisis kesehatan, sangat penting untuk melakukan pengawasan aktif dengan cara yang transparan dan kolaboratif internasional,” kata Wang, seorang profesor di Duke-National University of Singapore Medical School.

 

Awal Mula Penemuan Virus

 

Petunjuk pertama adanya virus baru muncul ketika seorang petani berusia 53 tahun mencari perawatan di sebuah rumah sakit di kota Qingdao provinsi Shandong pada Desember 2018 dengan gejala termasuk demam, sakit kepala, batuk dan mual, menurut dokumentasi dari peneliti. Karena pasien menunjukkan bahwa dia melakukan kontak dengan hewan dalam sebulan terakhir, dia terdaftar dalam pemeriksaan tambahan yang dilakukan di tiga rumah sakit di Tiongkok timur yang berfokus pada mengidentifikasi penyakit zoonosis.

Ketika sampel uji pasien ini diperiksa, para ilmuwan menemukan sesuatu yang tidak terduga yakni virus yang belum pernah terlihat sebelumnya. Virus ini terkait dengan virus Hendra dan Nipah, atau masih satu keluarga.

Selama 32 bulan berikutnya, para peneliti di tiga rumah sakit menyaring virus ini pada pasien yang sama, akhirnya mendeteksinya pada 35 orang, yang memiliki berbagai gejala termasuk batuk, kelelahan, sakit kepala, dan mual, selain demam. Sembilan dari pasien tersebut juga terinfeksi virus yang diketahui, seperti influenza. Akan tetapi peneliti yakin gejala pada 26 sisanya mungkin disebabkan oleh virus henipa baru.

Beberapa menunjukkan gejala berat seperti pneumonia atau kelainan trombositopenia, kondisi trombosit darah. Untungnya tak ada seorang pun di antara kelompok yang meninggal atau dirawat di ICU. Dari 26 kelompok itu, semuanya kecuali 4 adalah petani.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok belum berkomentar lebih lanjut soal penemuan virus ino. Para ilmuwan yang tidak terlibat dalam penelitian baru ini sepakat bahwa pentingnya melacak virus mana yang mungkin menyebar dari hewan ke manusia.

“Karena (henipavirus baru) ini mungkin tidak hanya beredar di Tiongkok, berbagi informasi ini dan mengizinkan orang lain untuk bersiap-siap atau melakukan penyelidikan lebih lanjut di negara mereka sendiri adalah penting,” kata ahli di Hong Kong. (jawapos)

Editor: Rany

Berita Lainnya