logo radar

Tim Peneliti IPB University Kembangkan Empat Inovasi Pangan

Tim Peneliti IPB University Kembangkan Empat Inovasi Pangan
Tim Peneliti IPB University Kembangkan Empat Inovasi Pangan

DRAMAGA-RADAR BOGOR, Tim peneliti dari IPB University merilis hasil penelitian tentang pangan berbasis protein, dalam mengatasi krisis pangan.

Dalam launching yang berlangsung di Lobby Rektorat Gedung Andi Hakim Nasoetion Rabu (10/8), ada empat inovasi terkait Ayam IPB D1, Kedelai Budidaya Jenuh Air IPB, Kacang Tunggak-Albina IPB, Kecipir-Sandi IPB dan Tempe Azaki.

“Empat inovasi ini merupakan yang harus terus kita dorong agar membawa edit value bagi kemajuan pertanian kita,” ungkap Rektor IPB University Arif Satria kepada wartawan.

Baca juga: Samisade Dilaunching, Pemdes Sukajaya Sumringah!

Salah satu inovasi yakni Ayam IPB D1 ini yang harus didorong dengan meningkatkan kualitas pemeliharaan dan bibitnya. Jadi ayam ayam lokal perlu sempurnakan dengan memperkuat nutrisinya.

“IPB tidak hanya fokus dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri tapi juga pasar luar Negeri. Makanya dengan inovasi ini mampu memberikan peningkatan pasar,” jelasnya

Selain itu, soal kedelai memang saat ini hak krusial soal krisi pangan jadi kedelai yang ada dalam Negeri sampai sekarang masih impor dan menjadi salah satu kendala.

Baca juga: Istri Ferdy Sambo: Malu!

“Kita tunjukan pada publik bahwa IPB punya teknologi tentang inovasi dan itu tentu kita bisa swasembada kedelai,” jelasnya.

Dirinya menambahkan semua penemuan IPB yang sudah terbukti dilapangan dengan adanya ayam IPB D1 mampu meningkatkan produksi telur sampai 45 persen pertumbuhan juga sangat bagus.

“Kemudian Tempe azaki di ekspor ke Jepang dan Korea Selatan, selain itu ada kacang tunggak sudah diproduksi menjadi solusi ketika kita nanti menghadapi masalah kedelai,” ucapnya.

Baca juga: Selama Juli, Kota Bogor Dilanda Puluhan Bencana

Bahkan dirinya terima kasih terhadap peneliti IPB yang istikomah dan terus konsisten menjadi pusat pendidikan dan idenya kondusif untuk bisa menopang pangan.

“Nantinya semua inovasi ini bisa memberikan dampak positif dan peningkatan terhadap ketersediaan pangan,” katanya. (Abi)

Editor: Rany

Berita Lainnya