Sepanjang Juli Sebanyak 16 Warga Kota Bogor Terkonfirmasi Positif HIV, Separuhnya Pelaku Seks Sesama Jenis

Ilustrasi HIV-AIDS
Ilustrasi HIV-AIDS

BOGOR-RADAR BOGOR, Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menunjukan terdapat 16 kasus positif HIV baru yang terjadi di Kota Bogor selama bulan Juli tahun 2022. Angka ini menambah jumlah orang terkonfirmasi positif HIV selama periode Januari-Juli tahun 2022 yang mencapai 228 orang.

Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Surveilan (P3MS) Dinkes Kota Bogor, dr. Tengku Yenni Febriana menyebut dari 16 kasus positif baru tersebut didominasi oleh laki-laki seks dengan laki-laki (LSL). Kasusnya bahkan mencapai separuh dari total jumlah kasus di bulan Juli.

Baca juga: Pemkab Bogor Mulai Bangun 30 Jembatan Rawayan Tahun Anggaran 2022

Yenni menuturkan perilaku LSL memang menjadi pelaku paling beresiko terpapar virus HIV. Ia menyebut aktivitas seks melalui anal memiliki resiko mencapai 90 persen. Lebih besar dibandingkan perilaku seks melalui vagina yang angka resikonya 70 persen dan oral sebesar 40 persen.

Dirinya mengatakan Dinkes Kota Bogor melalui bagian Program HIV terus berupaya melakukan strategi penanganan HIV serta pemutusan rantai penyebarannya.

“Kita berusaha agar 95% orang yang hidup dengan HIV harus mengetahui status HIV mereka (tested), 95% orang dengan HIV menjalani pengobatan, dan 95% orang yang sudah menjalani terapi mengalami penurunan jumlah virus (viral load)-nya,” tuturnya.

Baca juga: Ribuan Pelajar SD se-Kecamatan Bogor Barat Ikuti Lomba Olahraga Tradisional

Pemeriksaan HIV gencar dilakukan pada 8 kelompok yang menjadi sasaran utama di antaranya ibu hamil, pasien tuberkulosis (TB), pasien dengan infeksi menular seksual (IMS), LSL, waria, wanita pekerja seks (WPS), warga binaan pemasyarakatan (WBP), dan pengguna narkoba suntik (Penasun). “Target kami setiap tahun melakukan pengetesan sebanyak 19.800,” imbuhnya.

Yenni menyebut saat ini seluruh Puskesmas di Kota Bogor telah membuka pelayanan untuk kasus HIV. Pihaknya mengarahkan bagi warga yang terkonfirmasi positif untuk secepatnya mengikuti program minum obat secara rutin. “Kota Bogor sudah punya 8 Rumah Sakit dan 5 Puskesmas yang menyediakan obat HIV,” tambahnya.

Baca juga: Pengendara Vespa Tewas Tabrakan Beruntun di Puncak, Sopir Truk Ungkap Penyebabnya

Program minum obat pada orang dengan HIV (ODHIV) disebutnya menjadi solusi terbaik yang dapat dilakukan. Karena program tersebut dapat menurunkan jumlah virus dalam tubuh ODHIV sekaligus mengurangi potensi penularan HIV.

Dinkes juga mengencarkan sosialisasi gerakan ABCDE untuk mencegah penyebaran HIV. “ABCDE itu terdiri dari abstinance itu tidak berhubungan seks di luar nikah, be faithful yaitu saling setia dengan pasangan, condom yakni penggunaan kondom, don’t use drugs, dan equipment yang artinya menggunakan peralatan steril,” paparnya.

Hingga Juli tahun 2022, Yenni menyebut jumlah akumulasi penderita HIV di Kota Bogor mencapai 5.567 orang. (cr1)

Editor: Rany

Berita Lainnya