Soal Jual Beli Kartu Vaksin, Kepala Puskesmas Citeureup Bilang Begini

Jual beli kartu vaksin
Kepala Puskesmas Citeureup dr Nining Sunengsih angkat bicara terkait praktik jual beli kartu vaksin.

CITEUREUP-RADAR BOGOR, Kepala Puskesmas CIteureup Dokter Nining Sunengsih angkat bicara perihal adanya praktik jual beli kartu vaksin Rp650 ribu.

Baca Juga : Jual Beli Kartu Vaksin di Citeureup Bikin Heboh!

Kepada Radar Bogor, wanita yang akrab disapa Dokter Ning itu menegaskan, penerbitan kartu vaksin di Puskemas Citeureup ketat dan selektif.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Dimana saat vaksinasi, warga wajib menunjukan KTP elektronik juga membuka masker untuk mencocokan wajah pemohon vaksin dan KTP elektronik pemohon vaksin.

“Jadi kita cek KTP, terus kita minta buka masker sebentar mencocokan wajah. Setelah itu baru bisa menerima vaksin,” ujar dokter Ning saat ditemui Radar Bogor Jumat (5/8/2022).

Dokter Ning mengaku gusar dengan adanya oknum warga yang membeli kartu vaksin. Iapun mengaku akan menelusuri warga yang mengunakan jasa jual beli kartu vaksin. “Kita sedang cari tahu,” paparnya.

Lanjut Dokter Ning, vaksinasi cukup datang ke Puskesmas Citeureup. “Gratis, jadi ngapain harus capek-capek beli kartu vaksin secara ilegal segala,” tuturnya.

Iapun mengimbau agar masyarakat mengikuti vaksinasi sesuai aturan pemerintah. Karena jika ada yang kedapatan menggunakan joki vaksin ataupun membeli kartu vaksin secara ilegal, bisa berurusan dengan hukum.

“Jadi kami minta masyarakat untuk mengikuti aturan yang ada. Karena vaksin ini mudah dan gampang. Tidak ribet,” tuturnya.

Sementara itu, untuk jumlah warga Citeureup yang melakukan vaksin dosis pertama di Puskesmas Citeureup sebanyak 53.630 jiwa. “Untuk dosis kedua sudah 41.642 jiwa dan dosis ketiga ini sudah 10.721 jiwa,”tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita paruh baya berinisial MM (50) warga Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, mengaku mendapatkan kartu vaksin dengan membayar uang sebesar Rp 650 ribu dari salah satu oknum. Ia beralasan, dirinya masih takut untuk disuntik jarum vaksin.

“Saya takut (divaksin). Saya dapat info bisa beli dari (Nama Disamarkan) Berinisial DG dengan biaya Rp.650 ribu. Saya coba dan bisa,” katanya kepada Radar Bogor Kamis (4/8/2022).

MM memaparkan, cara dirinya mendapatkan kartu vaksin yang terdaftar di aplikasi pedulilindungi itu cukup memberikan data diri. Tidak lama dirinya mendapatkan kartu vaksin. “Ini keperluan untuk ke luar negeri,” akunya.

Baca Juga : Jalan di Citeureup Tiap Hari Macet, Ini Penyebabnya!

Menanggapi hal ini Camat Citeureup Ridwan Said mengaku geram. Iapun akan segera melakukan kordinasi dengan muspika juga Kepala Puskesmas Citeureup perihal adanya praktek jual beli kartu vaksin.

Ridwan menyayangkan adanya oknum seperti itu. Ia berharap masyarakat untuk mengikuti vaksinasi di tempat yang resmi. Jangan menggunakan joki atau jasa beli kartu vaksin. (all)

Reporter : Arifal
Editor : Yosep

Berita Lainnya