Sempat Diremehkan, Dua Mahasiswi IPB Buktikan Prestasinya di Bidang E-Sport

Komunitas e-sport game on line IPB berfoto bersama usai pertemuan anggota komunitas di kampus ipb dramaga Bogor. sofyansyah/radar bogor.
Komunitas e-sport game on line IPB berfoto bersama usai pertemuan anggota komunitas di kampus ipb dramaga Bogor. sofyansyah/radar bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Kemampuan gamers perempuan di dunia e-sport sudah selayaknya tak diragukan kembali. Kiprah dan eksistensinya pada setiap ajang kompetisi semakin menonjol dan mengangkat posisinya setara dengan gamers laki-laki.

Seperti yang ditampilkan dua mahasiswi IPB University, Kenia Maulidia dan Betadifaliana Herdiawan. Kedua gamers ini membuktikan kemampuannya dengan menorehkan berbagai prestasi.

Keduanya tercatat pernah menjadi juara di kompetisi e-sport, khususnya game PUBG Mobile. Tak hanya di tingkat nasional, namanya pun pernah tercatat sebagai jawara di kelas internasional.

penerimaan mahasiswa baru universitas djuanda bogor

Betadifaliana misalnya, perempuan kelahiran Bogor tahun 2002 ini pernah menjuarai tournament Ligamen International usai menekuk tim dari Malaysia. Ia pun pernah mendapat juara 3 dalam kejuaraan FEB UI Cup.

Baca juga: IPB E-Sport Harumkan Nama Kampus Lewat Main Game Online

Sedangkan Kenia, bersama timnya pernah menyabet juara 1 Liga Kalimantan Timur dan juga menjadi runner up di PUBG Mobile Community Cup (PCC) se-nasional.

Kenia menuturkan, dirinya mulai masuk dan aktif di dunia e-sport sejak duduk di bangku perkuliahan. Ia kemudian bergabung dengan tim IPB E-Sport. Tak berhenti di situ ia pun mengembangkan kemampuannya dengan bergabung bersama Morph Team.

Kini dunia e-sport justru memberikan banyak keuntungan padanya. Selain meraih hadiah dari kompetisi yang dimenanginya e-sport jadi batu loncatan untuknya menjadi brand ambassador.

“Keuntungannya banyak banget kalau diakumulasikan. Bahkan bisa memenuhi semua kebutuhanku. Lewat game juga bisa dapat endorse,” terang perempuan yang kini tergabung dalam tim Capital9 Esport.

Ia tidak menutup kemungkinan untuk semakin serius dalam dunia e-sport. Bahkan dirinya ingin lebih mengembangkan kemampuannya dan merambah ke dunia ‘live stream’.

Baca juga: Juara Mobile Legend Yamaha Generasi 125 E-Sports Competition (YGEC) 2021

Kisah serupa juga dialami Difa yang saat ini tergabung dalam tim ARF Team. Ia mengungkapkan, dunia e-sport saat ini sudah memberikannya banyak keuntungan.

“Lewat ini (e-sport) aku bisa nambah-nambah uang jajan, karena selain dapat hadiah, kampus juga memberikan insentif untuk para pemenang. Selain itu aku juga bisa menambah relasi dan pertemanan,” tuturnya.

Meski sempat dilarang orang tuanya, saat ini Difa justru mendapat dukungan karena telah menorehkan banyak prestasi.

Perempuan yang berkuliah di jurusan Teknologi Industri Benih, Vokasi IPB University ini mengatakan kegemarannya bermain game sudah dirasakannya sejak duduk di bangku SD. Hobinya tersebut kemudian berlanjut saat ia berada di SMA.

Baca juga: Dispora Kabupaten Bogor Dukung Penuh Kehadiran Cabor E-Sport

“Awalnya suka game Minecraft berlanjut suka main game online Mobile Legends. Kemudian ada temen aku yang ngajak main PUBG akhirnya lebih suka sama game itu. Mulai fokus untuk e-sport ketika semester 1 pas gabung dengan IPB E-SPORT,” paparnya.

E-Sport saat ini memang sudah menjadi pilihan karier baru bagi para remaja. Karena selain dapat menyalurkan hobi, bidang ini pun membuka berbagai peluang kerja baru.

Para atlet e-sport juga bisa melebarkan sayapnya ke dunia sosial media seperti menjadi streamer, brand ambassador, hingga influencer. Hal ini tak mengherankan jika banyak remaja yang tergoda untuk berkarier di dunia e-sport. (cr1)

Editor: Rany

Berita Lainnya