Pengungkapan Kasus Brigadir J Dinilai Sulit, Timsus Kapolri Bongkar Penyebabnya

Pemakaman Brigadir J
Pemakaman Brigadir J.

JAKARTA-RADAR BOGOR, Pengungkapan kasus kematian Brigadir J menemui sejumlah hambatan. Salah satunya upaya perusakan dan penghilangan barang bukti oleh pihak-pihak tertentu.

Baca Juga : Ketua IPW Sebut Irjen Ferdy Sambo Bisa Jadi Tersangka Kasus Brigadir J

“Tentunya memang kendala daripada upaya pembuktian adalah adanya barang bukti yang rusak atau dihilangkan,” kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dalam konferensi pers. “Untuk itu butuh waktu yang lebih lama untuk mengusut kasus kematian Brigadir J,” sambungnya.

penerimaan mahasiswa baru universitas djuanda bogor

Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit melalui Inspektorat Khusus (Irsus) telah memeriksa 25 personel Polri terkait dugaan tidak profesional dalam menangani kasus kematian Brigadir J.

Dua puluh lima personel ini antara lain tiga jenderal bintang satu, lima Kombes, tiga AKBP, dua Kompol, tujuh perwira pertama, serta bintara dan tamtama sebanyak lima personel.

“25 personel yang saat ini telah dilakukan pemeriksaan kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik,” kata Kapolri Listyo.

Kapolri Listyo memastikan, jika dalam pemeriksaan ditemukan ada unsur pidana, maka proses hukum akan dilakukan terhadap yang bersangkutan. “Dan tentunya apabila ditemukan adanya proses pidana kita juga akan memproses pidana yang dimaksud,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutuskan untuk memutasi sebanyak 15 personel buntut dari kasus kematian Brigadir J. Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor 1628/VIII/Kep/2022 tertanggal 4 Agustus 2022.

Baca Juga : 25 Polisi Terseret Kasus Brigadir J, Jenderal Bintang 1 sampai Tamtama

Mereka yang dimutasi tengah diperiksa oleh tim khusus. “Yang dimutasi sebagai Pamen Yanma Polri dalam status proses riksa oleh Irsus Timsus,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dikutip Jumat (5/8/2022).

Salah satu nama yang dicopot Kapolri adalah Irjen Ferdy Sambo dari jabatan Kadiv Propam dan dimutasi sebagai perwira tinggi Pelayanan Markas (Yanma) Polri.  Adapun pengganti Jabatan Ferdy Sambo yakni Wakabareskrim Irjen Syahar Diantono. (net/dis)

Editor : Yosep

Berita Lainnya